POJOKNEGERI.com – Senator terpilih dari Michigan, Abdul El-Sayed, menyatakan dukungannya terhadap rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menghentikan bantuan militer kepada Israel pada akhir 2026.
Ia menilai pemerintah AS tidak perlu terus mengalokasikan dana bagi militer asing yang menggunakan bantuan tersebut untuk melakukan tindakan yang menuai kecaman.
El-Sayed menyampaikan sikap tersebut dalam wawancara dengan MS NOW yang dirilis pada Kamis (5/11). Pernyataannya sekaligus memperlihatkan dukungan terhadap kebijakan penghentian subsidi militer AS kepada Israel.
“Saya setuju dengan dia soal itu. Saya tak merasa perlu kita melanjutkan subsidi ke militer asing yang sudah melakukan hal-hal buruk dengan dana kami,” kata El-Sayed, dikutip Middle East Monitor.
Ia juga menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan pemerintahan Trump dalam mewujudkan kebijakan tersebut.
“Saya sepakat. Saya akan dengan senang hati bekerja sama soal itu,” imbuhnya.
Tolak Anggapan Kritik terhadap Israel sebagai Antisemitisme
Selain membahas bantuan militer, El-Sayed turut menyoroti perdebatan mengenai kritik terhadap kebijakan pemerintah Israel. Ia menegaskan bahwa masyarakat harus membedakan kritik terhadap tindakan pemerintah Israel dengan sikap kebencian terhadap orang Yahudi.
Menurut El-Sayed, narasi yang menyamakan kritik terhadap tindakan Israel dengan antisemitisme perlu ditolak. Ia menilai kritik terhadap kebijakan pemerintah suatu negara tidak seharusnya otomatis dianggap sebagai bentuk kebencian terhadap kelompok agama atau etnis tertentu.
Israel Kaji Dampak Penghentian Bantuan AS
Sementara itu, rencana penghentian bantuan tersebut memunculkan perhatian di Israel. Trump dilaporkan berencana menghentikan bantuan keuangan sekitar US$4 miliar atau setara Rp72,5 triliun pada akhir 2026.
Media Israel, Yedioth Ahronoth dan Ynet, melaporkan bahwa sejumlah pejabat di Kementerian Keuangan, Kementerian Pertahanan, serta militer Israel tidak mengetahui pengumuman tersebut sebelumnya.
Kini, lembaga-lembaga terkait tengah mempelajari kemungkinan dampak penghentian bantuan, termasuk terhadap transaksi dan kerja sama militer pada masa mendatang.
Media Israel lainnya, KAN, juga melaporkan bahwa pengumuman Trump mengejutkan sejumlah pihak. Mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, KAN menyebut dialog dengan mitra AS masih berlangsung, tetapi lembaga profesional terkait belum menerima keputusan resmi.
Sebelumnya, Trump mengatakan dirinya dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menyepakati penghentian bantuan tahunan tersebut beberapa bulan lalu. Trump beralasan Israel sudah tidak lagi membutuhkan bantuan keuangan dari Amerika Serikat.
(*)




