
POJOKNEGERI.com – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky kembali membuka peluang perundingan damai dengan Rusia di tengah meningkatnya serangan militer terhadap Kyiv.
Zelensky mengatakan negosiator dari Ukraina, Rusia, dan Amerika Serikat tengah mempersiapkan pertemuan trilateral yang kemungkinan berlangsung dalam waktu dekat. Ia bahkan berharap pembicaraan tersebut dapat digelar paling cepat pada September.
“Kami semua akan mempersiapkan dan mendekatkan penyelenggaraan pertemuan trilateral antara Ukraina, Rusia, dan Amerika,” kata Zelensky kepada jurnalis pada Selasa (8/9).
Menurut Zelensky, ketiga pihak masih perlu menyelesaikan sejumlah persiapan sebelum menentukan pelaksanaan pertemuan. Ia berharap proses tersebut dapat berjalan sesuai rencana pada musim gugur.
“Jika September berhasil, maka sangat bagus. Lebih cepat lebih baik,” ucap Zelensky, tanpa menyebut di mana kemungkinan pembicaraan dihelat.
Kyiv Kembali Dihantam Rudal dan Drone
Pernyataan Zelensky tersebut muncul hanya beberapa jam setelah Rusia melancarkan serangan besar-besaran ke Kyiv menggunakan rudal dan drone.
Serangan itu menewaskan sedikitnya tiga orang. Ledakan mengguncang sejumlah wilayah ibu kota Ukraina pada Selasa (8/9) dini hari dan memicu kebakaran di beberapa lokasi.
Jurnalis AFP di Kyiv melaporkan suara ledakan terdengar sejak dini hari. Warga kemudian berlarian menuju shelter untuk berlindung dari serangan.
Trump Telepon Putin
Di hari yang sama Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tiba-tiba menelepon Presiden Rusia Vladimir Putin pada Selasa (8/9/2026) untuk membahas upaya mengakhiri perang Ukraina.
Dalam percakapan sekitar satu jam itu, Trump disebut meminta konflik segera berakhir demi membuka jalan bagi pemulihan hubungan AS-Rusia.
Kremlin mengatakan Trump menegaskan keinginannya untuk mengakhiri perang secepat mungkin dan kembali mempererat hubungan dengan Moskow. Ajudan Kremlin Yuri Ushakov mengatakan Putin menyambut pandangan tersebut dan bahkan menjelaskan kepada Trump langkah yang menurut Rusia dapat dilakukan AS untuk membantu mengakhiri konflik.
“Donald Trump secara jelas menekankan pentingnya mengakhiri konflik sesegera mungkin, yang akan segera membuka prospek, bahkan prospek yang mengesankan dan berdampak luas bagi pemulihan penuh hubungan antara AS dan Rusia,” ujar Ushakov kepada wartawan, seperti dikutip Reuters, Rabu (9/9/2026).
Menurut Ushakov, pemulihan hubungan tersebut berpotensi memberikan dampak besar terhadap kerja sama perdagangan dan ekonomi kedua negara.
“Donald Trump sangat ingin melihat tercapainya terobosan selama masa kepresidenannya. Vladimir Vladimirovich Putin mendukung pendekatan ini,” katanya.
(*)


