Nasional
Sedang tren

Di Peringatan May Day 2026, Prabowo Perintahkan RUU Ketenagakerjaan Rampung Tahun Ini 

POJOKNEGERI.comPada peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day yang digelar di Monas, Jumat (1/5/2026), Presiden Prabowo Subianto menyampaikan komitmen kuat pemerintah untuk mempercepat reformasi di sektor ketenagakerjaan. Di hadapan ribuan buruh, ia menegaskan pentingnya menghadirkan regulasi yang adil dan berpihak pada pekerja.

Instruksi Tegas Selesaikan RUU Ketenagakerjaan

Dalam pidatonya, Prabowo secara langsung menginstruksikan Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Hukum untuk segera merampungkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan bersama DPR RI. Ia menargetkan pembahasan tersebut dapat selesai dalam tahun ini.

“Saya juga memberi instruksi ke Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Hukum untuk segera nanti bersama DPR RI selesaikan rancangan ketenagakerjaan, kalau bisa tahun ini juga harus selesai. Dan undang-undang itu harus berpihak pada kaum buruh, kita berharap undang-undang kita menjamin keadilan seluruh rakyat Indonesia,” ujar Prabowo.

Ia menekankan bahwa pemerintah tidak hanya mengejar penyelesaian cepat, tetapi juga memastikan isi undang-undang benar-benar melindungi kepentingan buruh serta menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat.

Pemerintah Klaim Perluas Perlindungan Sosial

Selain mendorong regulasi baru, Prabowo juga memaparkan sejumlah kebijakan yang telah pemerintah jalankan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah. Ia menyebut pemerintah mengalokasikan perlindungan senilai Rp 500 triliun pada tahun ini.

Program tersebut mencakup kenaikan upah minimum serta penyediaan rumah bersubsidi bagi masyarakat. Menurutnya, langkah ini menjadi bagian dari upaya konkret pemerintah dalam memperkuat jaring pengaman sosial dan meningkatkan kualitas hidup rakyat kecil.

UU Perlindungan PRT Jadi Tonggak Sejarah

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyoroti pengesahan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PRT). Ia menilai regulasi ini menjadi pencapaian penting setelah melalui perjuangan panjang.

“Kalau tidak salah ini adalah perjuangan lama, perjuangan 22 tahun bahkan selama republik berdiri belum pernah ada Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga,” ujar Prabowo.

Ia menegaskan bahwa selama ini banyak pekerja rumah tangga tidak memiliki kejelasan terkait upah maupun perlindungan hukum. Dengan disahkannya undang-undang tersebut, pemerintah untuk pertama kalinya memberikan kepastian hukum bagi kelompok pekerja yang selama ini rentan.

“Selama ini pekerja-pekerja rumah tangga entah dibayar upah berapa, tidak jelas. Sekarang pertama kali dalam sejarah NKRI kita sahkan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga,” imbuhnya.

Kritik Sosial dan Pesan untuk Elite

Menutup pidatonya, Prabowo menyampaikan apresiasi kepada para buruh yang telah mengundangnya hadir dalam peringatan tersebut. Ia menyebut buruh, petani, dan nelayan sebagai kelompok yang menjunjung tinggi kejujuran.

Namun, ia juga menyampaikan kritik tajam terhadap sebagian kalangan elite. “Yang saya sedih orang makin banyak pangkat makin nggak jelas. Saya heran makin pinter, banyak yang pinter-pinter maling, nggak abis pikir aku,” kata Prabowo.

Melalui pernyataan tersebut, Prabowo menegaskan pentingnya integritas di semua lapisan masyarakat, terutama bagi mereka yang memiliki kekuasaan dan pendidikan tinggi.

(*)

Back to top button