PEKANBARU — Persatuan Hijau Riau (PeHR) secara resmi memulai aksi penanaman ribuan bibit pohon di wilayah Kota Pekanbaru sebagai bentuk komitmen nyata dalam mendukung gerakan Green Policing Riau. Kegiatan ini bertujuan untuk meneruskan semangat kepedulian lingkungan yang sebelumnya telah dirintis secara masif oleh Komjen Herry Heryawan.
Melalui inisiasi ini, masyarakat setempat diajak untuk lebih peduli terhadap kondisi ekosistem hutan dan lahan di Provinsi Riau yang kian menantang. Oleh karena itu, gerakan ini tidak hanya sekadar kegiatan seremonial belaka, melainkan menjadi langkah strategis dalam menjaga keseimbangan alam demi masa depan generasi mendatang.
Green Policing Riau merupakan sebuah paradigma kepolisian yang mengedepankan sisi humanis serta kepedulian mendalam terhadap kelestarian alam hayati. Semangat inilah yang kemudian diadopsi oleh PeHR melalui peluncuran program unggulan mereka yang dikenal sebagai Gerakan Masyarakat Sadar Sinergi atau GEMASASI.
Implementasi Green Policing Riau Melalui Program Gemasasi
Ketua PeHR menjelaskan bahwa kehadiran program GEMASASI adalah untuk memperkuat jembatan komunikasi antara warga dengan aparat penegak hukum dalam konteks pelestarian alam. Karena sinergi yang kuat antara kedua belah pihak diyakini mampu menekan angka kerusakan lingkungan yang sering terjadi akibat pembukaan lahan secara ilegal.
Selain itu, penanaman pohon ini dipandang sebagai upaya mitigasi perubahan iklim yang dampaknya mulai dirasakan secara nyata oleh masyarakat di Pekanbaru. Sementara itu, keterlibatan aktif kepolisian dalam kegiatan lingkungan seperti ini akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri yang semakin modern dan progresif.
Terdapat beberapa target utama dalam pelaksanaan aksi nyata di lapangan kali ini, antara lain:
- Rehabilitasi lahan kritis di area pinggiran kota untuk mencegah terjadinya erosi dan banjir tahunan.
- Peningkatan kesadaran kolektif masyarakat mengenai pentingnya menjaga ruang terbuka hijau di lingkungan masing-masing.
- Penguatan jejaring kolaborasi antara relawan lingkungan, tokoh masyarakat, dan personel kepolisian daerah.
- Distribusi bibit pohon produktif yang dapat memberikan nilai ekonomis bagi warga dalam jangka panjang.
Sinergi Masyarakat dan Polri Jaga Lingkungan Berkelanjutan
Meskipun tantangan ekologi di wilayah Riau cukup kompleks, PeHR optimis bahwa model Green Policing Riau dapat menjadi percontohan nasional dalam hal tata kelola lingkungan berbasis keamanan. Sehingga, setiap upaya perlindungan hutan akan selalu melibatkan aspek pengawasan hukum yang ketat namun tetap persuasif kepada warga.
Oleh karena itu, Komjen Herry Heryawan melalui rekam jejaknya telah memberikan inspirasi bahwa tugas polisi tidak hanya menjaga ketertiban, tetapi juga menjadi pelindung ekosistem. Kemudian, aksi penanaman pohon ini diharapkan mampu mereduksi polusi udara yang sering menjadi isu utama di wilayah perkotaan Riau saat musim kemarau tiba.
Persatuan Hijau Riau menegaskan bahwa mereka akan terus memantau pertumbuhan pohon yang telah ditanam agar tidak mati sia-sia. Hal ini dilakukan karena keberhasilan Green Policing Riau sangat bergantung pada keberlanjutan perawatan bibit-bibit tersebut oleh masyarakat lokal secara mandiri dan penuh tanggung jawab.
Pada akhirnya, gerakan GEMASASI ini diharapkan mampu meluas ke seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Riau dalam waktu dekat. Dengan demikian, kolaborasi yang harmonis antara polisi dan rakyat akan menciptakan lingkungan yang asri, sehat, serta aman dari segala bentuk ancaman kerusakan alam yang merugikan semua pihak.




