SAMARINDA — Komando Resor Militer (Korem) 091/Aji Surya Natakesuma secara resmi memulai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan di wilayah Kalimantan Timur. Langkah besar ini dilakukan melalui perluasan lahan pertanian produktif dengan target Cetak Sawah Kaltim mencapai 5.000 hektare pada sisa tahun 2026.
Program ambisius ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan proyek percontohan sebelumnya yang telah memberikan dampak positif bagi para petani lokal. Oleh karena itu, sinergi antara pihak militer dan masyarakat tani menjadi kunci utama dalam mewujudkan swasembada pangan di tanah Benua Etam.
Komandan Korem 091/ASN menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam sektor pertanian bukan sekadar pendampingan biasa, melainkan bentuk pengabdian nyata. Karena hal tersebut, pengerahan alat berat dan personel terlatih dilakukan secara masif guna memastikan pembukaan lahan berjalan sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Target Strategis Program Cetak Sawah Kaltim
Selain fokus pada penambahan luas lahan, program ini juga menitikberatkan pada kualitas infrastruktur pendukung pertanian. Sementara itu, pemerintah daerah turut memberikan dukungan penuh melalui penyediaan bibit unggul serta pupuk bersubsidi bagi kelompok tani yang terlibat.
Berikut adalah beberapa poin penting dalam pelaksanaan perluasan lahan pertanian di Kalimantan Timur:
- Target total luasan lahan mencapai 5.000 hektare yang tersebar di beberapa kabupaten strategis.
- Penggunaan teknologi mekanisasi pertanian modern untuk mempercepat proses pengolahan tanah.
- Optimalisasi sistem irigasi berkelanjutan agar lahan dapat ditanami sepanjang musim tanpa kendala air.
- Pendampingan intensif oleh Babinsa dan penyuluh pertanian lapangan kepada para kelompok tani secara periodik.
Oleh sebab itu, keberhasilan Cetak Sawah Kaltim diharapkan dapat menekan angka ketergantungan pangan dari luar daerah. Selain itu, perluasan ini juga diproyeksikan mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga petani melalui peningkatan hasil produksi gabah per tahunnya.
Kolaborasi TNI dan Petani Menuju Swasembada
Meskipun tantangan geografis di beberapa titik cukup berat, namun semangat kolaborasi antara prajurit Korem 091/ASN dan petani tetap solid. Hal ini dikarenakan adanya kesamaan visi untuk menjadikan Kalimantan Timur sebagai lumbung pangan baru di masa depan.
Selanjutnya, proyek Cetak Sawah Kaltim ini juga menjadi bagian dari antisipasi lonjakan kebutuhan pangan seiring pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN). Oleh karena itu, ketersediaan stok beras domestik harus dipastikan aman guna menjaga stabilitas harga di pasar lokal.
Secara teknis, pemetaan lahan telah dilakukan secara detail agar tidak mengganggu kawasan konservasi hutan yang ada. Kemudian, tim ahli dari dinas pertanian juga dilibatkan untuk menguji tingkat kesuburan tanah sebelum proses penanaman perdana dimulai pada lahan baru tersebut.
Melalui konsistensi dalam program Cetak Sawah Kaltim, Korem 091/ASN optimis bahwa target 5.000 hektare tersebut akan tercapai sebelum akhir tahun 2026. Selain itu, dukungan masyarakat sangat diharapkan agar program ini berjalan lancar sehingga ketahanan pangan nasional semakin kokoh dan mandiri.




