Demo Buruh di DPR/MPR, Polisi Siagakan 11.261 Personel Gabungan

POJOKNEGERI.com – Kepolisian menyiapkan 11.261 personel gabungan untuk mengantisipasi dampak aksi demonstrasi buruh terhadap keamanan dan mobilitas warga di sekitar Gedung DPR/MPR, Jakarta, Selasa (6/10). Polisi...

00:00 / 04:32 1×
Aksi demonstrasi buruh terhadap keamanan dan mobilitas warga di sekitar Gedung DPR/MPR, Jakarta, Selasa (6/10).
Aksi demonstrasi buruh terhadap keamanan dan mobilitas warga di sekitar Gedung DPR/MPR, Jakarta, Selasa (6/10). Foto: Dok. Pojoknegeri
Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif

POJOKNEGERI.com – Kepolisian menyiapkan 11.261 personel gabungan untuk mengantisipasi dampak aksi demonstrasi buruh terhadap keamanan dan mobilitas warga di sekitar Gedung DPR/MPR, Jakarta, Selasa (6/10).

Polisi juga menyiapkan rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan secara situasional mengikuti perkembangan massa di lapangan.

Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif

Aksi yang digelar Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia itu diperkirakan diikuti sekitar 6.000 orang. Massa buruh akan menyampaikan aspirasi di depan Gedung DPR/MPR.

Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya, AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar, mengatakan ribuan personel gabungan akan ditempatkan di sejumlah titik strategis.

“Dalam kegiatan ini, personel gabungan pengamanan terdiri dari Polda Metro Jaya, unsur dari TNI, kemudian dari Pemprov DKI, dan pengamanan internal atau Pamdal DPR, itu sejumlah 11.261 personel,” kata Onkoseno kepada wartawan, Selasa.

Polisi Antisipasi Pergerakan Massa

Onkoseno mengatakan personel tidak hanya berjaga di sekitar Gedung DPR/MPR. Aparat juga menempati kawasan penyangga dan jalur yang berpotensi menjadi lintasan pergerakan peserta aksi.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi perubahan situasi selama demonstrasi berlangsung. Selain mengamankan aksi buruh, personel gabungan tetap menjalankan pengamanan terhadap berbagai kegiatan masyarakat lainnya di wilayah Jakarta.

Polisi mengedepankan pendekatan persuasif dalam mengawal aksi. Onkoseno memastikan setiap personel mengikuti arahan dan standar operasional prosedur yang telah ditentukan.

“Seluruh personel dalam pelayanan penyampaian pendapat ini juga dilarang untuk membawa senjata api, senjata tajam, maupun benda sejenis, serta menjaga sikap-sikap humanis,” ujarnya.

Rekayasa Lalu Lintas Bersifat Situasional

Selain aspek keamanan, kepolisian turut mengantisipasi kepadatan kendaraan yang berpotensi muncul akibat aksi. Polisi menyiapkan rekayasa lalu lintas, tetapi penerapannya akan menyesuaikan kondisi di lapangan.

Petugas akan melihat perkembangan jumlah massa, arus kendaraan, serta situasi di sekitar Gedung DPR/MPR sebelum menerapkan pengaturan tertentu.

Kepolisian juga meminta peserta aksi menjaga ketertiban selama menyampaikan aspirasi. Peserta diminta mengikuti arahan petugas, menjaga fasilitas umum, dan tidak mudah terprovokasi.

“Bagi masyarakat umum yang akan melintas di sekitar kawasan DPR/MPR, diimbau untuk mengikuti informasi lalu lintas terkini dan mematuhi arahan petugas agar aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan aman dan lancar. Masyarakat juga bisa mengikuti akun media sosial Polda Metro Jaya dan TMC Polda Metro Jaya,” tutur Onkoseno.

Polisi Jamin Pengamanan Humanis

Polda Metro Jaya menegaskan pengerahan ribuan personel tidak bertujuan membatasi hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat. Polisi memastikan pengamanan tetap mengedepankan pelayanan dan pendekatan humanis.

“Pada prinsipnya, Polda Metro Jaya menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Kepolisian hadir untuk memberikan pelayanan agar penyampaian aspirasi berjalan aman dan tertib, sekaligus menjaga kepentingan masyarakat lainnya,” sambungnya.

(*)

Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif
Pojoknegeri
Redaksi Pojoknegeri

Tim redaksi Pojoknegeri menyajikan berita independen dan berimbang untuk Indonesia.

Lihat Semua Artikel
Bagikan berita ini: Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram