Nasional

Lima Jurnalis yang Mau Liput Gunung Anak Krakatau Belum Ditemukan, Pencarian Diperluas

POJOKNEGERI.com – Delapan orang yang terdiri atas lima jurnalis dan tiga kru kapal masih belum ditemukan setelah hilang kontak saat hendak meliput Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda. Tim SAR gabungan kini memperluas pencarian hingga sejumlah perairan di wilayah hukum Polda Lampung.

Peristiwa tersebut menyisakan tanda tanya karena salah satu jurnalis masih sempat mengirimkan titik lokasi rombongan sebelum komunikasi benar-benar terputus.

Rombongan bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB. Sekitar 42 menit kemudian, salah satu jurnalis mengirimkan titik lokasi terakhir, yakni sekitar pukul 14.42 WIB.

Namun, komunikasi dengan rombongan terputus sekitar pukul 15.04 WIB. Artinya, hanya sekitar 22 menit setelah titik lokasi terakhir dikirim, keberadaan mereka tidak lagi diketahui.

Sejak saat itu, tim SAR gabungan bersama aparat kepolisian terus melakukan pencarian untuk menemukan kedelapan orang tersebut.

Polda Lampung Perluas Wilayah Operasi

Polda Lampung kini memperluas pencarian dengan menyisir sejumlah perairan yang masuk wilayah hukumnya. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan rombongan terbawa arus ke arah perairan Lampung.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Yuni Iswandari mengatakan tim akan terus memperluas wilayah pencarian untuk menemukan informasi mengenai keberadaan para korban.

“Wilayah pencarian akan diperluas hingga mencakup sejumlah perairan yang berada dalam wilayah hukum Polda Lampung,” kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Yuni Iswandari, dilansir Antara, Kamis (10/9/2026).

“Kami mengantisipasi kalau ada kemungkinan korban terbawa ke arah perairan Lampung. Mudah-mudahan dari upaya ini ada titik terang dan informasi mengenai keberadaan rekan-rekan kita tersebut,” katanya.

Pulau Sebesi Ikut Disisir

Polisi bersama tim SAR gabungan sebelumnya telah melakukan penyisiran di sejumlah titik perairan Lampung. Personel Polair, Basarnas, DKO Mabes, dan Brimob Polda Lampung ikut dikerahkan dalam operasi tersebut.

“Sebelumnya, personel Polair bersama Basarnas, personel DKO Mabes, serta Brimob Polda Lampung, telah diterjunkan untuk melakukan patroli di sekitar Pulau Sebesi dan sejumlah wilayah perairan Lampung,” katanya.

Pada Rabu (9/9), Polda Lampung mengerahkan dua tim. Tim pertama terdiri dari personel Polair, DKO Mabes, dan Basarnas. Tim kedua melibatkan enam anggota Polair serta lima anggota Brimob.

“Untuk kemarin (9/9) ada dua tim yang kami turunkan. Tim pertama terdiri dari personel Polair, personel DKO Mabes dan Basarnas. Kemudian tim kedua terdiri dari enam anggota Polair dan lima anggota Brimob ikut menyisir perairan di wilayah Lampung dengan hasil belum ditemukan titik terang dari keberadaan mereka,” tambahnya.

Pencarian Udara Menunggu Cuaca

Tim gabungan berencana kembali menyisir laut menggunakan kapal. Selain itu, polisi menyiapkan patroli udara menggunakan helikopter apabila kondisi cuaca mendukung.

“Insyaallah, kalau helikopter bisa terbang dan kondisi awan serta cuaca memungkinkan, kami akan melakukan patroli melalui udara,” katanya.

Polda Lampung memastikan pencarian akan terus dilakukan bersama tim SAR gabungan. Polisi berharap operasi tersebut segera menemukan petunjuk baru mengenai keberadaan delapan orang yang hingga kini belum diketahui.

“Kita tidak tahu, siapa tahu ada informasi atau kabar bahwa mereka ditemukan di laut. Mudah-mudahan teman-teman kita di sana diberikan umur panjang dan segera ditemukan,” ucapnya.

“Tentunya kami ikut prihatin dengan kejadian ini, mudah-mudahan rekan-rekan kita dapat ditemukan dengan kabar baik,” tambahnya.

(*)

Back to top button