Ekonomi
Sedang tren

Pemerintah Kejar Uji B60, Target Implementasi 2027

POJOKNEGERI.com – Pemerintah mulai mempercepat persiapan penerapan biodiesel B60 yang mencampurkan 60% bahan bakar nabati berbasis minyak sawit ke dalam solar.

Setelah menjalankan program B50 pada tahun ini, pemerintah menargetkan peningkatan kadar campuran tersebut mulai berlaku pada 2027.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan agar pemerintah segera menyiapkan penerapan B60.

Kebijakan tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menekan ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak (BBM).

“Tahun ini kita sudah mengimplementasikan B50, dan Bapak Presiden waktu kita meluncurkan B50, beliau sudah menyampaikan tahun depan sudah diimplementasikan B60,” ujar Yuliot dalam acara EBTKE ConEx ke-12, Jakarta Pusat, Rabu (2/9/2026).

Pemerintah Pastikan Pasokan CPO

Yuliot menjelaskan pemerintah kini mengonsolidasikan kesiapan dari sektor hulu hingga hilir untuk memastikan B60 dapat berjalan secara menyeluruh. Pemerintah terutama harus memastikan pasokan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) mampu memenuhi kebutuhan bahan baku biodiesel yang meningkat.

“Berarti kalau ini ketersediaan untuk sumber bahan bakunya, kita juga harus konsolidasikan bagaimana di hulu ketersediaan CPO-nya mencukupi. Berarti ini juga ada tambahan penanaman atau peningkatan produktivitas di hulunya,” jelas Yuliot.

Selain pasokan CPO, pemerintah juga akan mengevaluasi kapasitas industri fatty acid methyl ester (FAME) yang mengolah bahan baku menjadi biodiesel. Pemerintah harus memastikan industri tersebut mampu memenuhi kebutuhan B60 untuk penyaluran bersubsidi maupun non-subsidi.

“Kemudian kita juga harus meningkatkan industri FAME-nya. Dari industri FAME kita juga akan implementasi B60 baik itu mandatori ini PSO dan non-PSO. Ya tentu ini kita juga harus lakukan evaluasi kesiapan secara keseluruhan. Karena ini sudah merupakan arahan dari Bapak Presiden, ya kita juga harus berusaha untuk diimplementasikan secara keseluruhan,” sambungnya.

Uji Coba B60 Dipercepat

Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi mengatakan pemerintah saat ini berdiskusi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pelaku industri, untuk mempercepat uji coba B60.

Langkah tersebut berjalan bersamaan dengan implementasi B50 yang terus meluas. Eniya menyebut penyaluran B50 melalui Pertamina telah mencapai lebih dari 90% dalam dua bulan. Jika memperhitungkan penyaluran dari sektor non-Pertamina, tingkat implementasi secara nasional mencapai sekitar 80%.

“2 bulan capaian untuk delivery B50 di Pertamina itu sudah lebih dari 90%. Lalu kalau dari total, kan ada sektor non-Pertamina yang juga menyalurkan, itu jadi kalau di rata-rata 80%,” ucap Eniya.

“Jadi sebetulnya uji-uji sekarang baru mulai peneliti mulai giat lagi nih begitu tahu kalau B50 diterapkan. Ini lagi didiskusikan untuk percepatan uji coba,” ujarnya lagi.

(*)

Back to top button