Disetujui DPR Jadi Gubernur BI, Destry Damayanti Siapkan Strategi di Tengah Ketidakpastian Global

POJOKNEGERI.com – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) resmi menyetujui Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026-2031.
Dalam lima tahun ke depan, Destry menegaskan akan mempertahankan fokus bank sentral pada stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih tinggi.
Persetujuan tersebut berlangsung dalam Rapat Paripurna DPR ke-4 masa persidangan pertama Tahun Sidang 2026-2027 pada Selasa (1/9/2026). Ketua DPR Puan Maharani yang memimpin rapat meminta persetujuan anggota DPR terhadap laporan hasil uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test dari Komisi XI.
“Apakah laporan hasil fit and proper test dari Komisi XI dapat disetujui?,” tanya Puan Maharani yang kemudian mendapat jawaban setuju dari para anggota DPR.
Selain Destry, DPR juga menyetujui Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior BI periode 2026-2031 dan Solikin M. Juhro sebagai Deputi Gubernur BI untuk periode yang sama.
Stabilitas Jadi Prioritas
Destry langsung menyampaikan arah kebijakan yang akan menjadi fokusnya setelah DPR menetapkan dirinya sebagai Gubernur BI. Ia melihat ketidakpastian ekonomi global masih memberikan tekanan sehingga BI perlu menjaga stabilitas sebelum mengejar pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
“Kalau kita lihat global, ketidakpastian masih tinggi. Jadi artinya stabilitas itu tetap menjadi prioritas kita,” kata Destry seusai disetujui Rapat Paripurna DPR sebagai Gubernur BI baru, Selasa (1/9/2026).
Menurut Destry, stabilitas ekonomi akan menciptakan iklim yang lebih kondusif bagi dunia usaha dan pertumbuhan nasional. Karena itu, BI akan tetap memperhatikan pergerakan nilai tukar rupiah serta perkembangan inflasi.
“Karena kalau ekonomi kita stabil, kita juga bisa terus menjaga nilai tukar stabil, inflasi stabil, tentu itu kan akan menciptakan iklim ekonomi yang kondusif untuk nanti ekonomi kita bisa tumbuh lagi,” tegasnya.
Tidak Ubah Arah Kebijakan
Destry memastikan pergantian kepemimpinan BI tidak akan serta-merta mengubah arah kebijakan bank sentral. Ia menilai kondisi global yang masih penuh ketidakpastian membuat stabilitas tetap menjadi fondasi utama kebijakan moneter.
“Jadi, stance tetap sama ya, bahwa stabilitas tetap dalam kondisi seperti sekarang ketidakpastian global masih tinggi, maka stabilitas tetap menjadi kunci bagi kami,” papar Destry.
Destry, Aida, dan Solikin dijadwalkan menjalani pelantikan di Mahkamah Agung pada Rabu (2/9/2026). Pelantikan tersebut akan berlangsung berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) yang diterbitkan Presiden Prabowo Subianto.
(*)
