Nasional

Tinjau Pengungsian Korban Gempa NTT, Prabowo Sampaikan Belasungkawa

POJOKNEGERI.com – Presiden Prabowo Subianto memastikan pemerintah bergerak menangani dampak gempa berkekuatan magnitudo 7 yang mengguncang wilayah Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Prabowo turun langsung ke posko pengungsian pada Rabu (26/8) untuk melihat kondisi warga yang terdampak bencana.

Sampaikan Belasungkawa

Kedatangan Prabowo mendapat sambutan dari para korban gempa yang berada di tenda pengungsian. Anak-anak juga menyambut kedatangan Presiden di lokasi tersebut.

Di hadapan warga, Prabowo menyampaikan belasungkawa kepada masyarakat Flores dan keluarga yang kehilangan anggota keluarganya akibat gempa.

“Saya menyampaikan kepada seluruh rakyat Flores, daerah-daerah yang kena bencana ya, ucapan belasungkawa saya, mereka yang kehilangan keluarganya,” kata Prabowo.

Prabowo menegaskan pemerintah tidak akan tinggal diam menghadapi kondisi tersebut. Pemerintah terus memantau perkembangan di lapangan dan menyiapkan berbagai langkah untuk membantu masyarakat yang terdampak.

“Menyiapkan semuanya untuk mengatasi kesulitan ini,” ujarnya.

Sekolah Kemungkinan Tetap di Tenda

Prabowo menyebut masyarakat masih membutuhkan waktu untuk kembali mendapatkan kondisi yang relatif aman.

Berdasarkan perkiraan para ahli, situasi tersebut kemungkinan tercapai dalam waktu maksimal sekitar tiga pekan.

“Mungkin untuk keamanan, sekolah-sekolah mungkin di tenda dulu ya. Menurut para ahli kita butuh kurang lebih sabar, mungkin maksimal mungkin tiga minggu lagi ya baru relatif aman semuanya,” ucap dia.

Update Gempa NTT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyampaikan data per Rabu (26/8), korban jiwa gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah menjadi 105 orang.

Ia melaporkan itu di hadapan Presiden RI Prabowo Subianto dalam rapat di Posko Penanganan Gempa NTT, Nagekeo, Rabu (26/8).

“Bapak Presiden, kami laporkan. Untuk yang meninggal dunia ada 105 jiwa,” kata Suharyanto.

Ia menyampaikan untuk korban luka-luka sebanyak 1.678 jiwa, sedangkan jumlah pengungsi saat ini sebanyak 179.037 orang.

Suharyanto mengatakan sebetulnya korban yang terdampak langsung gempa itu sebanyak 48 orang, sedangkan 57 orang lain merupakan hasil lanjutan dari operasi SAR oleh Basarnas.

“Datanya lengkap memang hasil dari operasi SAR yang dilakukan oleh Basarnas, kemudian dirawat di fasilitas-fasilitas kesehatan yang tidak selamat, kemudian juga ada yang trauma, ada yang lansia, ada anak-anak, sehingga menambah 57 sehingga meninggal dunia sekarang 105 orang,” ucap dia.

Lalu untuk jumlah rumah rusak sementara ini sebanyak 81.436 unit. Suharyanto juga menyebut bahwa tiga kabupaten terdampak yang paling parah meliputi, Manggarai; Manggarai Timur; dan Nagekeo.

(*)

Back to top button