Ekonomi

Pemerintah Kejar Swasembada Bawang Putih dalam Tiga Tahun

POJOKNEGERI.com – Pemerintah menyiapkan strategi khusus untuk mengejar target swasembada bawang putih dalam tiga tahun.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman optimistis target yang diberikan Presiden Prabowo Subianto tersebut dapat tercapai, meski produksi bawang putih menghadapi tantangan berbeda dibandingkan komoditas pangan lainnya.

Amran mengatakan pemerintah juga mendapat waktu lebih panjang untuk mencapai swasembada daging sapi. Presiden memberikan target lima tahun untuk memenuhi kebutuhan daging sapi dan daging kerbau dari produksi dalam negeri.

Pernyataan itu disampaikan Amran setelah Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI menyebut swasembada bawang putih serta daging sapi dan daging kerbau masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah.

Bawang Putih Butuh Waktu Produksi Lebih Panjang

Amran menjelaskan karakteristik bawang putih membuat pemerintah harus memperhitungkan siklus produksi secara lebih cermat. Berbeda dengan padi dan jagung, bibit bawang putih membutuhkan masa dorman sebelum dapat ditanam.

“Bawang putih itu tantangannya ya, bawang putih itu harus dorman delapan bulan, tidak seperti padi jagung,” kata Amran dalam konferensi pers di kediamannya, Jakarta Selatan, Jumat (14/8).

Masa dormansi tersebut membuat pemerintah tidak bisa mengejar peningkatan produksi bawang putih dalam waktu singkat. Karena itu, pemerintah menyiapkan sentra produksi di wilayah yang dinilai sesuai dengan karakteristik tanaman tersebut.

Amran menyebut faktor geografis menjadi salah satu pertimbangan utama. Pemerintah memilih wilayah dengan ketinggian sekitar 1.000 hingga 1.200 meter di atas permukaan laut karena dinilai paling sesuai untuk pengembangan bawang putih.

“Yang kedua adalah daerah ketinggian, makanya kami pilih Sembalun, tanggal 19 kita tanam bersama bersama Kapolri seluruh Indonesia, kemudian [kami] pilih Kabupaten Humbang Hasundutan dengan Jawa Tengah ini jadikan sentra karena ketinggian dari permukaan laut itu adalah 1.000 sampai 1.200 [meter] itu paling bagus,” ujarnya.

Produksi Dikejar Bertahap

Pemerintah akan mengembangkan sejumlah wilayah tersebut sebagai sentra produksi untuk meningkatkan pasokan bawang putih nasional. Amran optimistis langkah tersebut dapat membantu Indonesia memenuhi kebutuhan dalam negeri dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri.

Menurut Amran, kebutuhan bawang putih untuk mencapai swasembada berada di kisaran 100 ribu ton. Ia menilai kebutuhan tersebut masih berada dalam skala yang dapat dikejar pemerintah jika program produksi berjalan sesuai rencana.

Amran membandingkan target tersebut dengan upaya pemerintah menjaga produksi beras yang mencakup lahan sawah sekitar 7,4 juta hektare.

“Jadi gini, yang 7 juta [hektare sawah untuk beras] saja bisa kita kawal [swasembada] oleh Bapak Presiden, 7,4 juta beras sawah hektare, apa lagi cuma 50-100 juta [hektare untuk bawang putih]. Kita berdoa, enggak boleh takabur,” kata Amran.

Meski optimistis, Amran mengingatkan bahwa pencapaian swasembada tetap bergantung pada pelaksanaan program di lapangan. Pemerintah harus memastikan ketersediaan bibit, kesesuaian lahan, pengembangan sentra produksi, hingga peningkatan produktivitas petani.

Target Daging Sapi Lima Tahun

Selain bawang putih, pemerintah juga menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan daging sapi dan daging kerbau. Presiden Prabowo memberikan waktu lima tahun agar komoditas tersebut dapat mencapai swasembada.

Amran menilai target tersebut membutuhkan strategi dan pelaksanaan yang konsisten karena produksi daging sapi memiliki karakteristik berbeda dari tanaman pangan. Pemerintah perlu memperkuat populasi ternak sekaligus meningkatkan produktivitas dan efisiensi produksi.

Sementara itu, Prabowo menyebut sejumlah komoditas pangan telah mampu memenuhi kebutuhan nasional dari produksi dalam negeri. Komoditas tersebut meliputi beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.

Belajar dari Keberhasilan Swasembada Beras

Amran juga menggunakan pengalaman swasembada beras sebagai salah satu dasar optimisme pemerintah. Ia mengatakan pemerintah sebelumnya menetapkan target swasembada beras dalam empat tahun, tetapi realisasinya menurut dia berlangsung jauh lebih cepat.

“Saya tidak pernah janji bahwa swasembada [beras)]satu tahun. [Kemarin saya target swasembada beras] empat tahun kan, tapi Allah kasih satu tahun, jadi jangan takabur,” ujarnya.

Karena itu, Amran meminta semua pihak tidak mendahului hasil dengan sikap berlebihan. Pemerintah akan terus mengejar target swasembada bawang putih dan daging sapi melalui penguatan produksi dalam negeri.

(*)

Back to top button