Trump Bantah AS Kekurangan Amunisi, Pembocor Informasi Diancam Penjara

POJOKNEGERI.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump meningkatkan tekanan terhadap pihak yang membocorkan informasi mengenai kondisi persenjataan militer AS di tengah laporan bahwa stok rudal pencegat Washington mulai menipis akibat perang melawan Iran.
Melalui Truth Social, Trump membantah laporan yang menyebut militer AS menghadapi kekurangan amunisi.
“Amerika Serikat memiliki persediaan ‘amunisi’ dalam jumlah sangat besar, khususnya untuk jenis-jenis tertentu,” tegas Trump, Kamis (6/8/2026).
Ia menegaskan Washington masih memiliki persediaan dalam jumlah besar, terutama untuk sejumlah sistem persenjataan tertentu.
“Selain itu, sejumlah besar amunisi sedang diproduksi dan dikirim ke AS sesuai kebutuhan. Perusahaan pertahanan sedang membangun pabrik dan fasilitas produksi terbesar dalam sejarah negara kita,” kata Trump, seperti dikutip Anadolu Agency.
Trump juga memperingatkan orang-orang yang menyebarkan informasi mengenai dugaan keterbatasan persenjataan AS.
Ia menyebut aparat tengah memburu pihak yang membocorkan informasi tersebut dan mengancam mereka dengan hukuman berat.
“Para ‘pembocor’ pernyataan pengkhianatan ini sedang diburu. Hukuman penjara jangka panjang akan diupayakan!” tulis Trump.
Laporan Media Picu Perdebatan di Washington
Pernyataan Trump muncul setelah sejumlah media AS melaporkan bahwa perang melawan Iran telah menguras sebagian stok rudal pencegat milik Washington. Laporan tersebut menyebut kondisi itu mendorong pemerintah AS menunda serangan tambahan atau operasi berskala besar terhadap Teheran.
Washington Post bahkan melaporkan Trump sempat berselisih dengan Menteri Pertahanan Pete Hegseth terkait persoalan tersebut. Perselisihan itu disebut terjadi dalam rapat kabinet di Camp David, Maryland, pada pekan sebelumnya.
Namun, Gedung Putih dan Pentagon membantah laporan mengenai keterbatasan amunisi maupun perselisihan tersebut.
(*)


