
POJOKNEGERI.com – Di tengah berkurangnya aktivitasnya di dunia hiburan, Aura Kasih justru semakin serius membangun usaha di sektor pangan. Penyanyi yang dikenal lewat lagu Mari Bercinta itu mengaku telah menekuni bisnis peternakan ayam dan persawahan selama empat tahun terakhir.
Keputusan tersebut lahir dari keinginannya menciptakan ketahanan pangan secara mandiri sekaligus memanfaatkan latar belakangnya yang akrab dengan kehidupan pedesaan.
Aura menjelaskan bahwa langkahnya terjun ke sektor pertanian dan peternakan bukan sekadar mengikuti tren investasi. Ia mengaku memang memiliki ketertarikan terhadap usaha yang berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat.
“Aku dari empat tahun yang lalu, karena basic aku dari kampung, jadi memang ah pengennya coba bisnis di situ, belajar gitu,” ujar Aura Kasih saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2026).
Pilih Fokus di Bisnis Pangan
Aura mengatakan dirinya tidak tertarik mengembangkan bisnis yang berhubungan dengan gaya hidup. Sebaliknya, ia lebih percaya bahwa usaha di bidang pangan memiliki prospek jangka panjang karena selalu dibutuhkan masyarakat.
“Aku enggak suka bisnis yang ini, yang apa, lifestyle, aku enggak begitu suka. Jadi, termasuk yang ini aja, konvensional gitu. Karena menurut aku ya ketahanan pangan,” katanya.
Penyanyi sekaligus ibu satu anak itu menegaskan bahwa target utamanya bukan hanya memperoleh keuntungan, tetapi juga membangun kemandirian pangan bagi dirinya sendiri. Bahkan, ia berencana menambah lahan pertanian apabila memiliki kesempatan.
“At least ketahanan pangan mandiri dulu deh, keberlanjutan gitu. Kalau ada duit beli sawah gitu. Aku tuh lebih ke situ pikirannya,” ucapnya.
Terinspirasi Pengalaman Saat Pandemi
Aura mengungkapkan bahwa pandemi Covid-19 menjadi titik awal munculnya gagasan untuk berinvestasi di sektor pangan. Situasi tersebut membuatnya menyadari pentingnya memiliki sumber pangan yang dapat diandalkan dalam kondisi apa pun.
“Aku tuh agak kolot pikirannya dari dulu sih. Dari empat tahun kayaknya sebenarnya 2020-an kayaknya ya pas Covid, emang nih pusing gimana ya sama ya pas Covid, terus kalau ada apa-apa gimana kita, kalau enggak ada apa-apa gimana, udah beli sawah deh gitu, beli kebun, peternakan supaya ya itu dia ketahanan pangan mandiri setidaknya gitu,” ucapnya.
Ia pun memilih peternakan ayam karena menilai komoditas tersebut akan selalu memiliki pasar. Menurutnya, ayam merupakan sumber protein yang paling terjangkau sehingga permintaannya cenderung stabil.
“Terus ya untuk peternakan kan semua orang pasti butuh ya, karena protein yang paling murah itu kan kita ayam. Aku di ayam soalnya. Jadi ayam tuh ya pasti akan dicari orang,” sambungnya lagi.
Aura juga mengaku tidak merasa canggung turun langsung mengurus sawah maupun peternakannya. Pengalaman masa kecil di kampung membuatnya terbiasa berinteraksi dengan lingkungan pertanian.
“Enggak lah, aku basic-nya orang kampung Mbak. Dulu aku di kampung. Dulu di Tasik gitu. Jadi ya udah bergelut dengan main di sawah gitu kayak udah biasa banget. Jadi enggak apa-apa,” pungkasnya.
(*)
