Nokia 123 Shield Bawa Misi Hidupkan Kembali Ponsel Tangguh di Era Smartphone

POJOKNEGERI.com – Di tengah dominasi smartphone dengan layar besar dan fitur canggih, HMD kembali melirik pasar ponsel sederhana melalui Nokia 123 Shield.
Perangkat terbaru ini tidak mengejar persaingan spesifikasi tinggi, melainkan menawarkan ketahanan fisik, baterai panjang, dan kemudahan penggunaan bagi konsumen yang membutuhkan ponsel praktis.
HMD merancang Nokia 123 Shield untuk pengguna dengan aktivitas berat, terutama mereka yang sering bekerja di luar ruangan. Pekerja lapangan, teknisi, hingga pengguna yang membutuhkan perangkat cadangan menjadi target utama ponsel ini.
Dengan harga yang berada di kisaran Rp700 ribuan, Nokia 123 Shield membawa sejumlah fitur yang jarang ditemukan pada feature phone biasa. Salah satunya adalah sertifikasi IP65 yang membuat perangkat ini lebih siap menghadapi lingkungan berdebu dan terkena percikan air.
Sertifikasi IP65 Jadi Andalan untuk Aktivitas Outdoor
HMD membekali Nokia 123 Shield dengan perlindungan berdasarkan standar IEC 60529. Sertifikasi tersebut menunjukkan bahwa perangkat mampu menghadapi paparan debu sekaligus semprotan air dalam kondisi tertentu.
Dalam pengujian internal, HMD menyebut Nokia 123 Shield mampu bertahan di lingkungan berdebu hingga delapan jam. Perangkat ini juga dapat menghadapi semprotan air dari jarak sekitar tiga meter selama 10 menit.
Selain itu, ponsel tersebut masih dapat bekerja setelah terendam air bersih dengan kedalaman sekitar 10 cm selama 30 detik. Namun, HMD menegaskan bahwa sertifikasi IP65 bukan berarti Nokia 123 Shield dapat digunakan untuk aktivitas bawah air secara terus-menerus.
Untuk memperkuat daya tahan, HMD menambahkan tekstur bodi anti-selip agar perangkat lebih nyaman digenggam. Perusahaan juga melindungi port USB-C dan jack audio 3,5 mm menggunakan penutup berbahan karet untuk membantu mengurangi risiko masuknya debu dan percikan air.
Mengutamakan Ketahanan Baterai daripada Performa Tinggi
Berbeda dengan smartphone yang mengandalkan performa prosesor dan kamera, Nokia 123 Shield mengutamakan efisiensi. Ponsel ini menggunakan chipset Unisoc SC6531E dengan RAM 4 MB dan penyimpanan internal 4 MB.
Pengguna tetap dapat memperluas kapasitas penyimpanan melalui kartu microSD hingga 32 GB. Kapasitas tersebut cukup untuk menyimpan berbagai file ringan maupun kebutuhan dasar pengguna feature phone.
Pada bagian depan, Nokia 123 Shield membawa layar berukuran 2,4 inci dengan resolusi QVGA. Layar tersebut dirancang untuk kebutuhan utama seperti melakukan panggilan, membaca pesan, dan mengakses menu.
Untuk kebutuhan dokumentasi sederhana, HMD menyematkan kamera belakang QVGA dengan lampu flash LED. Lampu tersebut juga berfungsi sebagai senter dengan tingkat kecerahan yang diklaim mencapai tiga kali lebih terang dibandingkan lampu flash pada Nokia 110.
Baterai 1.750 mAh Tawarkan Waktu Pakai hingga Berminggu-minggu
Daya tahan menjadi salah satu nilai jual terbesar Nokia 123 Shield. HMD memasang baterai berkapasitas 1.750 mAh yang dapat dilepas dan diganti pengguna.
Perusahaan mengklaim baterai tersebut mampu membuat ponsel bertahan hingga 19 hari dalam kondisi standby. Sementara untuk penggunaan telepon, perangkat ini mampu menyediakan waktu bicara hingga 27,9 jam.
Selain kapasitas besar, Nokia 123 Shield juga membawa peningkatan penting dengan penggunaan port USB-C. Kehadiran konektor ini membuat proses pengisian daya lebih praktis dibandingkan banyak feature phone lama yang masih menggunakan microUSB.
Harga Terjangkau, Tetapi Belum Masuk Indonesia
Nokia 123 Shield tersedia dalam pilihan warna Green dan Purple. HMD telah mulai menjual perangkat ini di sejumlah negara Eropa dengan harga sekitar 35 euro atau sekitar Rp715 ribu di Bulgaria, serta 40 euro atau sekitar Rp817 ribu di Yunani.
Meski sudah beredar di pasar Eropa, HMD belum memberikan informasi mengenai jadwal peluncuran maupun harga resmi Nokia 123 Shield untuk pasar Indonesia.
Dengan kombinasi desain tangguh, baterai tahan lama, dan fitur dasar yang lengkap, Nokia 123 Shield mencoba membuktikan bahwa feature phone masih memiliki tempat bagi pengguna yang lebih membutuhkan keandalan dibandingkan sekadar teknologi terbaru.
(*)
