
POJOKNEGERI.com – Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tulang Bawang, Lampung, Jumat (26/6).
Dalam kesempatan itu, Jokowi menyampaikan keyakinannya bahwa PSI akan mampu menembus parlemen pada Pemilu 2029.
Dalam forum konsolidasi tersebut, Jokowi tidak hanya menyampaikan optimisme terhadap masa depan PSI, tetapi juga memberikan arahan politik kepada seluruh struktur partai agar memperkuat organisasi hingga tingkat paling bawah.
Menurutnya, keberhasilan sebuah partai politik tidak hanya ditentukan oleh figur pemimpin, melainkan oleh soliditas mesin partai yang bekerja secara berjenjang dari pusat hingga desa.
“Saya yakin apabila ini kita lakukan bersama-sama dari tingkat DPP, DPW, DPD. DPC sampai DPRt kita bekerja bersama-sama, saya yakin nanti tahun 2029 PSI, kalau persoalan masuk parlemen itu, saya tidak mendahului saya berani memastikan pasti masuk parlemen,” kata Jokowi dikutip dari keterangan tertulis PSI.
Meski optimistis PSI mampu memperoleh kursi di DPR, Jokowi menilai partai tersebut tetap harus memasang target yang lebih tinggi. Ia menegaskan bahwa seluruh kader harus bekerja keras untuk meningkatkan perolehan suara pada Pemilu 2029.
“Tapi angkanya berapa itu yang kita kehendaki kita ini memiliki target yang besar. Target yang tinggi, oleh sebab itu semuanya harus bekerja keras,” imbuh dia.
Konsolidasi Organisasi Menjadi Modal Politik
Dalam pidatonya, Jokowi juga memberikan apresiasi kepada Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep beserta seluruh jajaran pengurus partai di tingkat pusat hingga daerah atas terselenggaranya Rakorda di Lampung.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mempersiapkan mesin politik menghadapi kontestasi nasional mendatang.
Jokowi menekankan bahwa keberadaan struktur partai yang lengkap hingga tingkat desa menjadi kekuatan utama dalam memenangkan persaingan politik. Ia mengibaratkan struktur organisasi sebagai mesin politik yang memiliki kapasitas besar untuk menggerakkan dukungan masyarakat apabila seluruh elemen partai bekerja secara terkoordinasi.
“Struktur itu penting sekali bagi sebuah organisasi. Apabila kita punya mesin politik sampai ke tingkat desa, artinya apa? Artinya kita memiliki mesin dengan CC yang gede. Artinya kita memiliki struktur partai yang memiliki kekuatan yang besar. Ini yang perlu saya apresiasi,” kata Jokowi.
Menurutnya, konsolidasi internal harus terus dilakukan secara berkelanjutan agar seluruh kader memiliki visi dan tujuan yang sama dalam membesarkan partai. Dengan organisasi yang kuat, PSI dinilai memiliki peluang untuk meningkatkan daya saing dalam pemilu mendatang.
Kader Diminta Hadir di Tengah Masyarakat
Selain memperkuat organisasi, Jokowi mengingatkan bahwa kekuatan partai juga ditentukan oleh kedekatan kader dengan masyarakat. Ia meminta seluruh kader PSI tidak hanya aktif saat momentum politik, tetapi juga hadir dalam kehidupan sosial warga sehari-hari.
Jokowi menegaskan bahwa kerja politik harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan sekitar akan membangun citra positif partai sekaligus meningkatkan kepercayaan publik.
“Misalnya ada tetangganya yang kematian, datang takziah. Ada tetangganya yang kawinan, datang mengucapkan ikut bahagia. Ada persaudaraan yang agak jauh, sakit kalau perlu diantar ke rumah sakit. Tindakan-tindakan seperti itulah yang akan memberikan nama baik kepada PSI,” ujarnya.
Pesan tersebut menunjukkan bahwa Jokowi mendorong kader PSI untuk mengedepankan politik pelayanan dan kedekatan sosial sebagai strategi membangun basis dukungan. Dengan memperkuat struktur organisasi, meningkatkan kerja politik di tingkat akar rumput, serta menghadirkan kader yang aktif melayani masyarakat, Jokowi meyakini PSI memiliki peluang besar untuk menembus parlemen pada Pemilu 2029 dan memperkuat posisinya dalam peta politik nasional.
(*)


