Sports

Mbappe Janji Tingkatkan Kontribusi Bertahan di Piala Dunia 2026

POJOKNEGERI.com – Kylian Mbappe kembali menghadapi sorotan menjelang langkah pertama Timnas Prancis di Piala Dunia 2026. Bukan soal ketajamannya di depan gawang atau kemampuannya menciptakan peluang, melainkan kontribusinya saat tim kehilangan bola.

Selama bertahun-tahun, banyak pengamat menilai Mbappe belum menunjukkan etos kerja bertahan yang sebanding dengan kualitas menyerangnya.

Penyerang berusia 27 tahun itu dikenal sebagai salah satu pemain paling berbahaya di dunia berkat kecepatan, kemampuan menggiring bola, kecerdasan membaca ruang, dan penyelesaian akhir yang efektif. Namun, kritik terhadap keterlibatannya dalam fase defensif terus muncul.

Kini, menjelang pertandingan pembuka Prancis melawan Senegal di Piala Dunia 2026, Mbappe mengaku siap melakukan perubahan demi membantu tim meraih gelar juara.

Pengakuan Mbappe

Pernyataan tersebut muncul saat Mbappe menjalani wawancara dengan media Prancis, Le Parisien. Dalam sesi yang juga dihadiri sejumlah rekan dan anggota keluarganya, sang adik, Ethan Mbappe, ikut mengajukan pertanyaan mengenai kritik yang selama ini ditujukan kepada kakaknya terkait kontribusi bertahan.

Mbappe tidak menghindari pertanyaan tersebut. Kapten Timnas Prancis itu justru mengakui bahwa dirinya perlu memberikan usaha lebih besar dalam membantu tim saat tidak menguasai bola.

“Saya harus mengambil langkah ekstra (dalam hal bertahan) sebab itu penting buat tim dan saya harus melakukannya,” jawab Mbappe.

Pemain yang kini membela Real Madrid itu menegaskan bahwa ambisinya menjuarai Piala Dunia menjadi alasan utama di balik tekadnya untuk memperbaiki aspek tersebut.

“Akan dimulai kali ini karena kami ingin juara, dan untuk juara, saya siap melakukan apapun karena saya ingin juara bagaimanapun caranya,” tegas Mbappe.

Data Opta Perkuat Kritik

Kritik terhadap kontribusi bertahan Mbappe bukan hanya berdasarkan pengamatan visual di lapangan. Data statistik juga menunjukkan angka yang mendukung penilaian tersebut.

Berdasarkan catatan Opta, Mbappe termasuk dalam kelompok pemain dengan aktivitas bertahan terendah di antara pemain reguler di lima liga top Eropa. Statistik itu mencakup aksi seperti tekel, intersepsi, blok, serta perebutan bola.

Dalam daftar yang melibatkan 1.490 pemain yang tampil minimal 19 kali di kompetisi domestik, Mbappe menempati posisi ke-1.350. Angka tersebut menunjukkan bahwa kontribusi defensifnya masih jauh di bawah rata-rata pemain lain di level elite Eropa.

Meski demikian, minimnya aktivitas bertahan selama ini tidak mengurangi perannya sebagai ujung tombak utama Prancis. Mbappe tetap menjadi pemain yang diandalkan untuk mencetak gol dan menciptakan perbedaan dalam pertandingan besar.

Janji Mbappe akan langsung mendapat ujian ketika Prancis menghadapi Senegal pada laga pertama Grup I Piala Dunia 2026. Pertandingan tersebut akan berlangsung di MetLife Stadium, New Jersey, Rabu (17/6/2026) dini hari WIB.

Prancis datang sebagai salah satu kandidat kuat juara. Selain Senegal, Les Bleus juga akan bersaing dengan Irak dan Norwegia dalam perebutan tiket ke fase gugur.

Sebagai kapten sekaligus pemain paling berpengaruh di skuad Prancis, Mbappe memikul tanggung jawab besar untuk memimpin tim di atas lapangan. Jika ia benar-benar mampu meningkatkan kontribusi dalam fase bertahan tanpa mengurangi efektivitasnya saat menyerang, Prancis akan memperoleh keseimbangan yang lebih baik dalam upaya merebut trofi Piala Dunia 2026.

(*)

Back to top button