Negosiasi dengan Iran Masih Berlangsung, Trump Tegaskan AS Tak Buru-buru Capai Kesepakatan

POJOKNEGERI.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat (AS) tidak akan terburu-buru dalam mencapai kesepakatan apa pun dengan Iran dalam proses negosiasi yang sedang berlangsung antara kedua pihak.
Trump menyampaikan pandangannya melalui unggahan di platform media sosial Truth Social, di mana ia menekankan bahwa proses diplomasi masih berjalan secara tertib dan konstruktif. Ia juga menegaskan bahwa tim perunding AS harus mengambil sikap hati-hati dan tidak tergesa-gesa dalam menyusun kesepakatan.
“Negosiasi berjalan dengan tertib dan konstruktif. Saya telah memberi tahu perwakilan saya untuk tidak terburu-buru mencapai kesepakatan karena waktu masih berpihak kepada kita,” tulisnya di akun Truth Social miliknya, dikutip dari AFP, Minggu (24/5/2026).
Trump kemudian memperkuat pesan tersebut dengan menekankan bahwa Amerika Serikat akan mempertahankan tekanan terhadap Iran sampai kesepakatan final benar-benar tercapai, disahkan, dan ditandatangani oleh kedua belah pihak.
“Blokade akan tetap berlaku sepenuhnya sampai kesepakatan tercapai, disahkan, dan ditandatangani,” sambungnya.
Ia juga menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam proses negosiasi agar hasil yang dicapai benar-benar menguntungkan pihak Amerika Serikat. Menurutnya, kedua pihak harus menggunakan waktu yang ada untuk memastikan setiap detail kesepakatan tersusun dengan tepat.
“Kedua belah pihak harus meluangkan waktu dan melakukannya dengan benar,” tulis Trump di Truth Social, seperti dikutip Reuters.
Pernyataan tersebut muncul di tengah dinamika hubungan Washington–Teheran yang kembali menjadi sorotan internasional. Sikap Trump yang menekankan pendekatan lambat namun tegas menunjukkan bahwa pemerintah AS, menurut pernyataannya, masih mengutamakan tekanan strategis sambil tetap membuka ruang negosiasi dengan Iran.
Trump Ancam Iran
Sebelumnya Trump Trump kembali melontarkan ancaman serangan militer apabila Iran tidak menyetujui kesepakatan damai yang diajukan Amerika Serikat.
Pernyataan itu muncul enam minggu setelah Trump menghentikan Operasi Epic Fury demi membuka jalan menuju gencatan senjata dan pembicaraan damai.
Meski demikian, proses negosiasi yang berlangsung hingga kini belum menunjukkan perkembangan signifikan.
Trump mengungkapkan bahwa dirinya sempat mempertimbangkan untuk memerintahkan serangan baru terhadap Iran. Namun ia memilih menunda keputusan tersebut untuk memberikan ruang bagi jalur diplomasi.
“Kita berada di tahap akhir negosiasi dengan Iran. Kita akan lihat apa yang terjadi. Entah ada kesepakatan atau kita akan melakukan beberapa hal yang sedikit kejam, tetapi mudah-mudahan itu tidak akan terjadi,” kata Trump kepada wartawan, seperti dikutip media Al Arabiya, Kamis (21/5/2026).
Trump juga menegaskan bahwa dirinya lebih memilih penyelesaian damai dibandingkan konfrontasi terbuka yang berpotensi menimbulkan korban jiwa besar.
“Idealnya saya ingin melihat sedikit orang yang terbunuh, bukan banyak. Kita bisa melakukannya dengan cara apa pun,” ujar Trump.
(*)
