Internasional

Iran dan AS Lanjutkan Dialog Nuklir, Putaran Kedua Digelar di Jenewa

POJOKNEGERI.com – Amerika Serikat (AS) dan Iran akan melakukan perundingan putaran kedua di Jenewa, Swiss, pada Selasa, 17 Februari 2026. 

Ini merupakan kelanjutan dari putaran pertama yang berlangsung di Muscat, Oman, pada 6 Februari lalu.

Saat itu, kedua negara sepakat untuk melanjutkan pembicaraan, dengan Oman tetap berperan sebagai mediator.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, telah berangkat dari Teheran menuju Jenewa pada Minggu, 15 Februari. Araghchi memimpin delegasi diplomatik dan teknis untuk menghadiri perundingan serta melakukan serangkaian konsultasi diplomatik di sela-sela agenda utama.

“Araghchi berangkat dari Teheran ke Jenewa pada Minggu (15/2) malam, memimpin delegasi diplomatik dan teknis untuk melakukan putaran kedua perundingan nuklir dan menggelar sejumlah konsultasi diplomatik,” kata Kementerian Luar Negeri Iran dalam pernyataannya.

Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa perundingan kali ini tetap berlangsung secara tidak langsung antara Washington dan Teheran.

“Perundingan nuklir secara tidak langsung antara Iran-AS akan digelar pada Selasa (17/2) dengan mediasi dan peran baik dari Oman,” sebut pernyataan itu.

Menurut Kementerian Luar Negeri Iran, Araghchi akan bertemu Kepala Departemen Luar Negeri Swiss Ignazio Cassis dan Menlu Oman Badr Albusaidi, serta Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), badan pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan para pejabat internasional lainnya yang berbasis di Swiss.

Trump Ancam Kirim Kapal Induk Raksasa ke Timur Tengah

Perundingan ini setelah sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa kapal induk USS Gerald R. Ford akan segera dikirim ke Timur Tengah.

Hal ini dilakukan Trump di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran terkait program nuklir

Langkah ini menandai eskalasi baru dalam hubungan Washington–Teheran yang sedang menjalani negosiasi tidak langsung sejak pekan lalu.

“Kapal itu akan segera berangkat,” ujar Trump kepada wartawan pada Jumat (13/2) waktu setempat.

Ia menegaskan bahwa pengerahan kapal induk terbesar di dunia itu jika pembicaraan nuklir tidak menghasilkan kesepakatan.

“Jika kita tidak mencapai kesepakatan, kita akan membutuhkannya,” tambahnya, seperti pemberitaan AFP, Sabtu (14/2/2026).

USS Gerald R. Ford merupakan kapal induk terbaru dan terbesar dalam armada Angkatan Laut AS.

Kapal ini mampu membawa lebih dari 75 pesawat tempur, dilengkapi sistem radar dan pertahanan mutakhir, serta menampung ribuan personel.

Kehadirannya di kawasan Teluk Persia akan memperkuat kehadiran militer AS, sekaligus menjadi simbol tekanan politik terhadap Iran.

Iran Siap Perang

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa Republik Islam Iran selalu menempuh jalur diplomasi sambil tetap mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan perang.

Pernyataan itu ia sampaikan dalam Kongres Nasional Kebijakan Luar Negeri Republik Islam di Teheran pada Minggu (8/2) waktu setempat, hanya dua hari setelah Iran dan Amerika Serikat mengadakan pembicaraan nuklir tidak langsung di Oman.

Ketegangan meningkat dalam beberapa pekan terakhir akibat retorika perang dari Washington terhadap Teheran.

Araghchi menekankan bahwa bangsa Iran tidak mencari konflik, tetapi tetap siap berperang untuk menjaga kedaulatan.

“Kita adalah bangsa yang berdiplomasi, kita juga bangsa yang siap berperang; bukan dalam arti kita mencari perang, tetapi… kita siap berperang agar tidak ada yang berani melawan kita,” ujarnya di hadapan peserta kongres.

Ia menambahkan bahwa prinsip utama kebijakan luar negeri Iran adalah martabat, yang berarti menjaga kemerdekaan, menolak dominasi, dan mempertahankan kedaulatan negara.

Diplomat senior itu menegaskan bahwa respons Iran bergantung pada sikap pihak lain.

“Diplomasi akan disambut dengan bahasa yang sama, seperti halnya dengan penggunaan kekuatan dan bahasa penghormatan,” katanya.

Dengan demikian, Iran menempatkan sebagai negara yang fleksibel namun tegas, siap merespons sesuai nada yang mitra internasional gunakan.

(*)

Back to top button