Natalius Pigai Minta Media Tak Goreng Isu Reshuffle Kabinet

POJOKNEGERI.COM – Isu reshuffle atau kocok ulang kabinet belakangan ini berhembus.
Hal ini lantas mendapat tanggapan dari Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai.
Ia mengutip pernyataan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi yang sebelumnya menyatakan tidak ada reshuffle dalam waktu dekat.
“Wartawan jangan goreng-goreng lagi. Itu kan sama aja dengan tidak menghormati apa pernyataan dari pemimpin negara,” kata Pigai di kompleks parlemen, Senin (2/2).
Menurutnya, jika mensesneg sudah menyatakan tidak ada reshuffle, maka tidak akan ada reshuffle dalam waktu dekat.
“Cuma media aja yang naikin, kan mensesneg udah bilang tidak ada. Kalau mensesneg bilang tidak ada, itu tidak mungkin akan ada. Mensesneg lho, Mensesneg mengatakan tidak ada. Berarti tidak mungkin akan ada karena ini menyangkut integritas atas pernyataan,” ujarnya.
Reshuffle Kabinet Masih Sebatas Gosip
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan isu perombakan kabinet masih sebatas gosip.
Ia menyatakan Presiden RI Prabowo Subianto belum memiliki niat untuk melakukan perombakan jajaran menteri.
“Sejauh ini belum, makanya kalau ada isu ya, namanya isu atau gosip ya,” kata Pras di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (30/1).
Prasetyo menekankan pemerintah tidak bisa membendung isu yang berkembang di masyarakat. Menurutnya, kabar reshuffle yang belakangan menguat merupakan bagian dari dinamika politik yang wajar.
“Lah kalau isu bagaimana kita menahannya kan gitu,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa hak prerogatif sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo.
“Nah bilamana kemudian Bapak Presiden misalnya merasa perlu melakukan perbaikan atau perlu melakukan pergantian, ya itu sepenuhnya beliau yang tahu,” ucapnya.
Prasetyo menegaskan Presiden Prabowo senantiasa mengawasi kinerja para menteri setiap hari. Ia menyebut evaluasi secara rutin agar jalannya pemerintahan tetap efektif.
“Nanti kalau beliau merasa ada yang perlu diperbaiki, tentu itu menjadi keputusan beliau,” tambahnya. Dengan demikian, isu reshuffle yang beredar belum memiliki dasar kuat selain spekulasi publik.
Kursi Kosong di Kementerian Keuangan
Isu reshuffle mencuat karena adanya kursi kosong di Kementerian Keuangan.
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono resmi meninggalkan posisinya setelah terpilih menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia.
Kekosongan kursi tersebut memunculkan spekulasi bahwa Presiden Prabowo akan segera menunjuk pengganti.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bahkan sempat memberi sinyal bahwa pelantikan Wamenkeu baru akan dilakukan pada Februari.
“Saya dengar Februari lah,” kata Purbaya di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (28/1).
Meski demikian, Purbaya mengaku tidak mengetahui secara pasti kapan pelantikan akan digelar. Ia juga enggan memberikan kepastian mengenai tanggal 8 Februari yang disebut-sebut sebagai waktu pelantikan.
“Saya tidak tahu pasti kapan,” ujarnya singkat. Purbaya menegaskan bahwa jumlah wakil menteri di Kementerian Keuangan tidak akan ditambah. “Cukup dua maksimal, kalau kurang bagus,” kata dia.
Dengan pernyataan itu, ia memastikan struktur Kemenkeu tetap terdiri dari dua wakil menteri, tanpa penambahan kursi baru.
Spekulasi mengenai reshuffle semakin ramai karena publik menilai pengisian kursi Wamenkeu bisa menjadi momentum bagi Presiden Prabowo untuk melakukan perombakan lebih luas.
Namun, pernyataan Mensesneg Prasetyo Hadi menegaskan bahwa hingga saat ini Presiden belum menunjukkan tanda-tanda akan melakukan reshuffle. Pemerintah memilih fokus pada evaluasi kinerja menteri yang berjalan setiap hari.
“Sejauh ini belum ada niat reshuffle, jadi kalau ada isu ya itu gosip,” tegas Pras.
Dengan demikian, isu reshuffle Kabinet Merah Putih masih sebatas wacana. Publik menunggu langkah Presiden Prabowo dalam mengisi kursi kosong Wamenkeu, sekaligus menanti apakah keputusan itu akan menjadi bagian dari perombakan kabinet atau sekadar pergantian teknis satu posisi. Hingga kini, kepastian tetap berada di tangan Presiden sebagai pemegang hak prerogatif penuh.
(*)
