
POJOKNEGERI.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menghentikan serangan terhadap kilang minyak dan infrastruktur energi Rusia.
Trump menilai serangan tersebut ikut mempersempit pasokan solar dunia ketika pasar energi global sudah menghadapi tekanan dari berbagai arah.
Trump menyampaikan permintaan itu pada Minggu (13/9) saat menjawab pertanyaan wartawan di sela-sela turnamen golf Irish Open di klub golf miliknya di Doonbeg.
Pernyataan tersebut muncul setelah Ukraina selama berbulan-bulan melancarkan serangan jarak jauh terhadap kilang minyak serta fasilitas industri minyak dan gas Rusia.
Serangan itu mengganggu produksi dan distribusi bahan bakar di sejumlah wilayah Rusia.
“Kami sudah berbicara dengan Zelenskyy mengenai hal itu. Ada banyak target lain. Jangan serang solar karena itu merugikan, itu merugikan dunia,” ujar Trump kepada wartawan.
Gangguan Produksi Rusia Persempit Pasokan Global
Serangan Ukraina terhadap sektor energi Rusia memberikan tekanan tambahan terhadap pasar diesel dan gasoil internasional. Rusia bahkan melarang ekspor solar pada Juli setelah gangguan terhadap pasokan domestiknya semakin meningkat.
Trump menilai kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada Rusia, tetapi juga pasar energi dunia. Ia secara khusus meminta Zelenskyy menghindari serangan terhadap fasilitas yang berperan dalam produksi dan distribusi solar.
“Zelenskyy harus melakukan satu hal. Dia harus berhenti melumpuhkan pasokan solar di Rusia,” kata Trump.
“Jangan serang solar karena itu merugikan, itu merugikan dunia,” lanjutnya.
Perang Iran Tambah Tekanan Pasar Energi
Pasokan solar global juga menghadapi tekanan akibat perang Iran yang menghambat pengiriman minyak melalui Selat Hormuz. Jalur tersebut menjadi salah satu rute penting bagi perdagangan energi dunia.
Badan Energi Internasional (IEA) dalam laporan yang dirilis Jumat mencatat ekspor bersih diesel dan gasoil dari negara-negara Teluk pada Agustus hanya mencapai sedikit lebih dari 25 persen dari volume sebelum perang terhadap Iran dimulai pada Februari.
IEA menilai gangguan terhadap sistem pengilangan Rusia turut memperburuk kondisi tersebut.
“Gangguan terhadap sistem pengilangan Rusia dan hampir terhentinya ekspor produk minyak setelah serangan Ukraina semakin intensif turut memperparah berkurangnya pasokan tersebut,” tulis IEA.
Pada Februari, ekspor bersih diesel dan gasoil dari negara-negara Teluk serta Rusia mencakup hampir 45 persen perdagangan global melalui jalur laut.
Tekanan terhadap pasokan energi global berpotensi meningkatkan harga bahan bakar. Kondisi tersebut menjadi perhatian penting bagi pemerintahan Trump karena kenaikan harga bensin dan solar dapat menambah beban masyarakat AS menjelang pemilu paruh waktu pada November.
Karena itu, seruan Trump kepada Zelenskyy tidak hanya berkaitan dengan perang Rusia-Ukraina, tetapi juga mencerminkan kekhawatiran Washington terhadap stabilitas pasar energi dan dampaknya terhadap konsumen AS.
(*)


