Sports
Sedang tren

Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir Ronaldo di Timnas Portugal

POJOKNEGERI.com – Cristiano Ronaldo memastikan Piala Dunia 2026 akan menjadi penampilan terakhirnya bersama Timnas Portugal di ajang sepak bola paling bergengsi di dunia. Penyerang veteran itu mengaku ingin menikmati setiap momen yang tersisa sebelum akhirnya menutup perjalanan panjangnya di level internasional.

Ronaldo telah memperkuat Portugal sejak 2003 dan tampil dalam enam edisi Piala Dunia, yakni 2006, 2010, 2014, 2018, 2022, dan 2026. Penyerang berusia 41 tahun tersebut juga mencatatkan sejarah sebagai pemain pertama yang selalu mencetak gol di enam edisi Piala Dunia berbeda.

Fokus Hadapi Spanyol di Babak 16 Besar

Menjelang pertandingan babak 16 besar melawan Spanyol di Dallas Stadium pada Selasa (7/7) pukul 02.00 WIB, Ronaldo menegaskan bahwa dirinya tidak akan tampil lagi pada Piala Dunia 2030. Turnamen tersebut akan digelar di Portugal, Spanyol, dan Maroko sebagai tuan rumah bersama.

Meski telah memastikan rencana pensiun dari Piala Dunia, Ronaldo belum ingin memikirkan akhir perjalanannya. Ia memilih memusatkan perhatian pada laga penting menghadapi Spanyol.

“Ini soal menikmatinya semaksimal mungkin. Ini akan menjadi Piala Dunia terakhir saya, tetapi mari kita berharap besok bukanlah pertandingan terakhir saya,” ujar Ronaldo dalam jumpa pers, Minggu (5/7) waktu setempat, dikutip ESPN.

Ia juga menegaskan bahwa dirinya akan meninggalkan tim nasional dengan penuh kebanggaan karena telah memberikan seluruh kemampuannya selama membela Portugal.

“Hari itu akan tiba (pensiun dari timnas). Tapi saya akan jujur. Apa pun yang terjadi besok, Cristiano akan pergi dengan hati nurani yang bersih, tidak 100%, tetapi 1000%. Karena saya telah memberikan segalanya dalam sepak bola,” ujarnya.

Bermain karena Cinta kepada Sepak Bola

Ronaldo menegaskan bahwa motivasinya bermain bukan lagi soal prestasi pribadi atau pencapaian materi. Baginya, kecintaan terhadap sepak bola menjadi alasan utama untuk terus bertanding di level tertinggi.

“Saya tidak membutuhkannya, saya memiliki kehidupan yang baik, tetapi ini tentang gairah. Saya bermain sepak bola karena saya mencintainya… Anda harus menikmati setiap hari. Dan saya telah mencetak tiga gol (di Piala Dunia 2006), saya tidak terlalu buruk, kan?,” katanya.

Pemain yang telah menjadi ikon sepak bola dunia itu juga mengaku sangat menikmati atmosfer Piala Dunia edisi kali ini. Menurutnya, antusiasme para suporter membuat turnamen terasa lebih istimewa dibandingkan pengalaman sebelumnya.

“(Turnamen) ini fantastis. Ini melampaui lapangan… Ini adalah Piala Dunia yang paling akan saya ingat, karena gairah orang-orang. Kali ini bahkan lebih, saya tidak tahu mengapa. Secara emosional, ini yang terbaik. Saya sangat menikmatinya,” tandasnya.

Bersyukur atas Perjalanan Panjang

Ronaldo menilai gelar juara Piala Dunia memang menjadi impian setiap pemain, tetapi ia menyadari hanya satu negara yang dapat mengangkat trofi. Karena itu, ia tetap bersyukur atas seluruh pencapaian yang telah diraih sepanjang kariernya bersama Portugal.

“Saya tidak kekurangan apa pun dalam hidup. Saya tak akan menjadi lebih atau kurang karena saya memenangi Piala Dunia. Kami memiliki kualitas untuk menang, namun hanya satu negara yang dapat memenanginya… Usia memberi Anda kedewasaan dan pengalaman,” ujarnya.

Selain itu, Ronaldo juga mengaku menerima setiap kritik sebagai bagian dari proses untuk terus berkembang, bahkan setelah memasuki usia 40 tahun.

“Saya bersyukur bahkan atas serangan yang saya terima, memasuki usia 40 tahun — dan saya berharap dapat hidup 40 tahun lagi — dengan kritik, itulah cara Anda tumbuh paling banyak sebagai pribadi, dan saya berterima kasih kepada para jurnalis untuk itu,” tegasnya.

Sepanjang karier internasionalnya, Ronaldo telah mencatatkan 146 gol dari 232 penampilan bersama Portugal. Prestasi terbaiknya di Piala Dunia adalah membawa Portugal menembus semifinal pada 2006. Di luar ajang tersebut, ia sukses mempersembahkan gelar Piala Eropa 2016 serta UEFA Nations League pada 2019 dan 2025, menjadikannya salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola Portugal.

(*)

Back to top button