Politik
Sedang tren

PDIP Terkejut Prabowo Hadir Langsung di Paripurna DPR

POJOKNEGERI.com – Kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam rapat paripurna DPR RI pada Rabu (20/5/2026) memunculkan perhatian besar di kalangan anggota parlemen.

Ketua Komisi XIII DPR RI yang juga Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira, mengaku terkejut ketika menerima informasi bahwa Presiden akan hadir langsung untuk menyampaikan kerangka ekonomi makro pemerintah.

Menurut Andreas, kehadiran langsung kepala negara dalam agenda pembahasan ekonomi makro merupakan peristiwa yang jarang terjadi.

Selama menjadi anggota DPR RI, ia mengaku hampir tidak pernah melihat presiden turun langsung dalam forum tersebut.

“Iya, surprised, saya juga terkejut. Memperoleh undangan rapat paripurna dengan pesan bahwa presiden akan hadir. Selama jadi DPR RI rasanya baru sekali ini presiden langsung turun tangan. Hadir dalam rapat paripurna DPR untuk menyampaikan kerangka ekonomi makro,” kata Andreas, Selasa (20/5/2026).

Kehadiran Presiden Tidak Biasa

Andreas menilai langkah Prabowo menghadiri langsung rapat paripurna menandakan adanya situasi khusus yang sedang pemerintah hadapi.

Biasanya, Presiden cukup menugaskan Menteri Keuangan untuk memaparkan kondisi ekonomi makro, kebijakan fiskal. Hingga arah pembangunan ekonomi nasional di depan DPR.

Ia mengatakan mekanisme tersebut selama ini sudah menjadi praktik umum dalam hubungan kerja antara pemerintah dan parlemen. Karena itu, keputusan Prabowo untuk hadir sendiri menimbulkan tanda tanya di kalangan anggota dewan.

“Saya tidak tahu apa alasannya. Dugaan saya, pasti ini karena situasi khusus. Karena kalau situasi biasa-biasa saja, situasi normal, seharusnya presiden cukup menugaskan Menkeu mewakili pemerintah menjelaskan kepada rakyat, melalui forum paripurna DPR. Kita tunggu saja apa yang akan dijelaskan presiden,” ujar Andreas.

Pernyataan itu memunculkan spekulasi bahwa pemerintah ingin memberikan penjelasan langsung terkait kondisi ekonomi nasional yang belakangan menjadi perhatian publik dan pelaku pasar.

Dalam beberapa bulan terakhir, isu perlambatan ekonomi global, nilai tukar rupiah, hingga tantangan investasi menjadi sorotan berbagai pihak.

DPR Menunggu Penjelasan Langsung Prabowo

Andreas berharap Prabowo menggunakan momentum rapat paripurna untuk menjelaskan kondisi ekonomi Indonesia secara terbuka dan realistis.

Menurut dia, penjelasan langsung dari Presiden sangat penting untuk membangun kepercayaan publik sekaligus memberikan kepastian kepada investor.

Ia menilai penyampaian kerangka ekonomi makro tidak hanya menjadi agenda formal kenegaraan, tetapi juga memiliki dampak besar terhadap persepsi pasar dan arah investasi nasional.

“Seharusnya iya, pak Prabowo perlu menyampaikan situasi real yang memberikan harapan. Karena penyampaian kerangka ekonomi makro ini penting untuk menjadi acuan para pelaku ekonomi, para investor,” tuturnya.

Andreas menambahkan bahwa dunia usaha dan investor membutuhkan sinyal yang jelas dari pemerintah mengenai arah kebijakan ekonomi ke depan.

Dengan penjelasan langsung dari Presiden, pelaku pasar akan memperoleh gambaran yang lebih pasti mengenai strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

DPR RI dijadwalkan menggelar rapat paripurna ke-19 masa persidangan V tahun sidang 2025–2026 pada Rabu, 20 Mei 2026. Agenda tersebut menjadi sorotan karena untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir Presiden hadir langsung untuk menyampaikan kerangka ekonomi makro pemerintah di hadapan anggota dewan.

Prabowo Jadi Presiden Pertama Sampaikan KEM-PPKF di Paripurna DPR

Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan Prabowo akan menjadi presiden pertama yang bakal menyampaikan langsung Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) di paripurna DPR.

Sebab kata dia,  presiden-presiden sebelumnya biasanya diwakili para menteri dalam paripurna DPR.

“Saya baru cek tadi, mungkin ini baru pertama kali ya,” kata Dasco kepada awak media saat meninjau ruang paripurna di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (19/5).

Lebih lanjut, ia mengatakan sebetulya dalam praktik ketatanegaraan tak ada aturan yang mengharuskan Presiden hadir langsung dalam paripurna DPR. 

Sebab, kata Dasco, presiden bisa diwakili menterinya.

Namun, tak ada pula larangan Presiden untuk hadir langsung dan menyampaikan pidato.

Saat ditanya lebih lanjut, Dasco tak mengungkap alasan Presiden Prabowo ingin hadir langsung besok.

“Alasannya, jangan tanya saya,” kata Dasco yang dikenal pula sebagai Ketua Harian Gerindra–partai yang dipimpin Prabowo sebagai Ketua Umum dan Ketua Dewan Pembina.

(*)

Back to top button