
POJOKNEGERI.com – Kontestasi menuju Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) pada 2026 mulai menunjukkan eskalasi di internal organisasi.
Sejumlah kekuatan besar di tubuh NU kini bergerak aktif membangun konsolidasi menjelang forum tertinggi yang akan menentukan arah kepemimpinan organisasi lima tahun ke depan.
Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa dinamika pencalonan mulai terbuka lebar. Termasuk munculnya nama-nama potensial yang memiliki peluang untuk maju sebagai Ketua Umum PBNU pada Muktamar mendatang.
Nasaruddin Umar Masuk Bursa Kandidat
Gus Ipul menyebut bahwa Menteri Agama RI Nasaruddin Umar memiliki peluang untuk ikut dalam kontestasi Ketua Umum PBNU.
Ia menilai pengalaman Nasaruddin di struktur organisasi NU menjadi salah satu modal penting dalam bursa pencalonan.
“Salah satu yang berpotensi ya, kalau bicara itu salah satu yang berpotensi karena Pak Nasaruddin Umar juga pernah jadi Katib Aam sebelumnya, Gus Yahya dulu juga pernah jadi Katib Aam sebelumnya, Kiai Said kalau enggak salah sebelumnya juga pernah jadi Katib Aam. Jadi semuanya sebenernya punya potensi, punya potensi, tinggal berkenan apa nggak,” kata Ipul di Kantor KPK, Jakarta, Jumat (8/5).
Gus Ipul menekankan bahwa posisi Katib Aam dalam struktur Syuriyah NU sering menjadi salah satu jalur yang mengantarkan figur-figur ulama menuju posisi Ketua Umum PBNU.
Ia menyebut pola tersebut telah terjadi pada beberapa kepemimpinan sebelumnya.
Semua Kader Punya Kesempatan
Lebih lanjut, Gus Ipul menegaskan bahwa PBNU membuka ruang seluas-luasnya bagi kader yang ingin maju dalam kontestasi kepemimpinan.
Ia menyebut NU tidak kekurangan tokoh yang memenuhi kriteria untuk memimpin organisasi besar tersebut.
“Banyak sekali yang saya kira siap untuk menjadi ketua umum memiliki kriteria yang cukup,” katanya.
Ia menilai proses regenerasi di tubuh Nahdlatul Ulama berjalan sehat karena banyak kader memiliki kapasitas keilmuan, pengalaman organisasi, dan pengakuan dari komunitas keulamaan.
Persiapan Menuju Muktamar dan Forum Pra-Muktamar
Gus Ipul menjelaskan bahwa PBNU telah menyiapkan tahapan menuju Muktamar ke-35 yang akan berlangsung pada Agustus mendatang. Sebelum Muktamar, organisasi akan melaksanakan sejumlah forum penting sebagai bagian dari proses konsolidasi nasional.
“Persiapan kita semua menuju ke sana ya, semuanya persiapan menuju ke sana, dan insyaallah ya nanti sesuai jadwal, ya kita harapkan wilayah, cabang, bener-bener memiliki usulan-usulan ya yang bisa dibahas lebih lanjut sebagai bagian dari kemajuan,” ujar dia.
Ia juga menyebut bahwa pada Juni mendatang, PBNU akan menggelar Munas Alim Ulama serta Konferensi Besar.
Dua forum tersebut akan menjadi ruang penting untuk membahas arah kebijakan organisasi sekaligus menyerap aspirasi dari berbagai wilayah dan cabang NU di seluruh Indonesia.
Dengan semakin dekatnya agenda Muktamar, dinamika internal Nahdlatul Ulama diperkirakan akan terus menghangat.
Sejumlah nama berpotensi muncul seiring dengan proses konsolidasi yang dilakukan oleh berbagai kelompok di dalam organisasi.
(*)
