DaerahInternasional
Sedang tren

Iran Ancam Balas AS Usai Penyitaan Kapal di Teluk Oman

POJOKNEGERI.com – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat setelah insiden penyitaan kapal di Teluk Oman. Korps Garda Revolusi Islam menyatakan siap membalas tindakan yang mereka sebut sebagai agresi militer oleh AS.

Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam atas insiden tersebut. Militer Iran menilai tindakan AS sebagai pelanggaran serius terhadap kesepakatan gencatan senjata yang diklaim mulai berlaku sejak 8 April.

“Kami memperingatkan bahwa Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran akan segera menanggapi dan membalas pembajakan bersenjata AS ini,” demikian pernyataan militer Iran pada Minggu.

Iran juga menuduh AS melakukan perampokan maritim dan menyerang kapal dagang mereka secara langsung. Dalam pernyataan lanjutan, militer Iran menyebut bahwa pasukan AS menghancurkan peralatan navigasi dan mengerahkan personel bersenjata ke atas kapal.

“Secara efektif melakukan tindakan agresi terhadap kapal,” imbuh militer Iran.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menyampaikan versi berbeda mengenai insiden tersebut. Ia menyatakan bahwa kapal perang AS, USS Spruance, menghentikan kapal Iran karena tidak mematuhi peringatan.

“[Kapal AS] menghentikan mereka tepat di jalurnya dengan membuat lubang di ruang mesin,” tulis Trump.

“Saat ini, Marinir AS telah mengamankan kapal tersebut, dan sedang memeriksa apa yang ada di dalamnya!” lanjutnya.

Trump juga menegaskan bahwa kapal Touska masuk dalam daftar sanksi Kementerian Keuangan AS karena riwayat aktivitas ilegal. Kapal tersebut tercatat dalam daftar Kantor Pengawasan Aset Asing sebagai kapal kontainer berbendera Iran yang dikenai sanksi.

Operasi Militer di Laut Oman

US Central Command menjelaskan bahwa pasukan mereka telah memberikan peringatan kepada kapal Touska. Namun, kapal tersebut tidak merespons sehingga militer AS mengambil tindakan tegas.

“Spruance melumpuhkan propulsi Touska dengan menembakkan beberapa peluru dari meriam MK 45,5 inci kapal perusak ke ruang mesin Touska,” demikian pernyataan CENTCOM.

Setelah melumpuhkan kapal, Marinir AS dari Unit Ekspedisi Marinir ke-31 menaiki kapal tersebut dan menahannya.

“Marinir AS dari Unit Ekspedisi Marinir ke-31 kemudian menaiki kapal yang tidak patuh tersebut, yang tetap berada dalam tahanan AS,” lanjut pernyataan itu.

Insiden ini terjadi di kawasan strategis dekat Selat Hormuz, jalur vital bagi distribusi minyak dunia. Data dari Marine Traffic menunjukkan bahwa kapal Touska berada sekitar 45 kilometer dari pantai selatan Iran, dekat kota Chabahar, beberapa jam sebelum insiden terjadi.

Ketegangan di kawasan ini terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Iran sempat membuka blokade Selat Hormuz, tetapi kemudian kembali menutupnya di tengah operasi AS yang memburu kapal berbendera Iran.

Situasi ini memicu kekhawatiran global terhadap stabilitas pasokan energi dan keamanan pelayaran internasional. Jika eskalasi berlanjut, konflik ini berpotensi mengganggu jalur perdagangan utama dunia dan memperburuk ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

(*)

Back to top button