Amran Didampingi Dua Wamentan, Ini Pembagian Tugasnya

POJOKNEGERI.com – Kementerian Pertanian (Kementan) membagi fokus kerja dua wakil menteri untuk mempercepat pencapaian swasembada pangan berkelanjutan. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menugaskan Alim Setiawan...

00:00 / 04:32 1×
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman Foto: Dok. Pojoknegeri
Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif

POJOKNEGERI.com – Kementerian Pertanian (Kementan) membagi fokus kerja dua wakil menteri untuk mempercepat pencapaian swasembada pangan berkelanjutan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menugaskan Alim Setiawan Slamet untuk menggenjot produktivitas melalui riset dan teknologi, sedangkan M. Saleh Mustafa bertanggung jawab mengawal program pompanisasi dan pencetakan sawah.

Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif

Amran menyebut penambahan wakil menteri tersebut merupakan perintah langsung Presiden Prabowo Subianto. Ia optimistis perpaduan latar belakang militer dan akademisi dapat memperkuat pelaksanaan program strategis pertanian.

“Insyaallah ke depan, Kementerian Pertanian mempunyai dua wakil menteri. Saya yakin hampir pasti swasembada beras, pangan, berkelanjutan tahun 2026, mudah-mudahan seterusnya,” ujar Amran di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Senin (19/10/2026).

Alim Fokus Riset dan Komoditas Impor

Alim akan mengoptimalkan pendekatan PMAS atau Pertanian Modern Advanced Agriculture System melalui inovasi, penelitian, pemanfaatan teknologi, serta kolaborasi dengan perguruan tinggi.

Kementan juga menargetkan peningkatan produksi komoditas yang masih bergantung pada impor, terutama kedelai dan bawang putih.

“Beliau fokus pada peningkatan produktivitas, kedelai, kemudian PMAS, kemudian bawang putih. Yang belum swasembada, kolaborasi kita dengan seluruh perguruan tinggi seluruh Indonesia,” beber Amran.

Alim menjelaskan, pemerintah akan mengembangkan program PMAS atau Pertanian Modern Advanced Agriculture System untuk meningkatkan produktivitas padi.

Ia menyebut penerapan sistem tersebut berpotensi mendorong hasil panen melampaui 10 ton per hektare.

“Selama ini kan sudah dijalankan adalah pertanian modern, PMAS yang sudah diterusin. Insya Allah nanti kita akan coba bekerjasama dengan berbagai perguruan tinggi, agar di uji juga, di uji coba coba,” bebernya.

Ia menegaskan, penguatan pertanian modern sekaligus bertujuan menjaga capaian swasembada yang sudah diraih pemerintah.

“Bagaimana saya memastikan tadi melalui pertanian modern, menjaga capaian swasembada pangan yang sudah kita capai. Yang kedua kedelai, yang ketiga bawang putih,” katanya.

Saleh Kawal Pompanisasi dan Cetak Sawah

Sementara itu, Saleh mendapat mandat untuk mempercepat pelaksanaan pompanisasi dan pencetakan sawah. Kedua program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas lahan produktif dan memperkuat produksi pangan nasional.

Alim Siapkan Transisi dari IPB

Alim juga menyiapkan proses peralihan jabatan rektor IPB University. Ia memperkirakan masa transisi membutuhkan waktu maksimal satu bulan, termasuk penyusunan memorandum akhir jabatan, pergantian rektor antarwaktu, koordinasi dengan organ kampus, serta penandatanganan ijazah untuk tiga jadwal wisuda.

“Tapi kalau mengikuti yurisprudensi tahun lalu kurang lebih maksimal satu bulan transisi. Karena saya juga harus menyiapkan memorandum akhir jabatan, kemudian pergantian rektor antar waktu itu juga ada ketentuan yang harus diikuti melalui mekanisme di Senat, kemudian nanti DMWA, dan sebagainya butuh waktu,” beber Alim.

(*)

Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif
Pojoknegeri
Redaksi Pojoknegeri

Tim redaksi Pojoknegeri menyajikan berita independen dan berimbang untuk Indonesia.

Lihat Semua Artikel
Bagikan berita ini: Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram