Advertorial
Sedang tren

DPRD Samarinda Apresiasi Kemajuan Layanan RS IA Moeis, Bayi Prematur Ekstrem Kini Bisa Ditangani

POJOKNEGERI.com – DPRD Samarinda mengapresiasi perkembangan pelayanan RSUD Inche Abdoel Moeis (IA Moeis) yang kini semakin mampu menangani kasus kesehatan ibu dan anak dengan tingkat kompleksitas tinggi.

Salah satu kemajuan yang mendapat perhatian adalah kemampuan rumah sakit tersebut dalam menangani bayi prematur dengan berat lahir sangat rendah, bahkan di bawah 700 gram.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, mengatakan peningkatan kapasitas pelayanan tersebut menunjukkan bahwa RS IA Moeis terus berkembang, baik dari sisi fasilitas kesehatan maupun kualitas sumber daya manusia.

Menurutnya, beroperasinya gedung baru pelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA) menjadi bagian penting dalam memperkuat layanan rumah sakit milik Pemerintah Kota Samarinda tersebut.

Sri Puji menilai kemampuan menangani bayi prematur ekstrem merupakan capaian yang patut diapresiasi. Sebab, pasien dengan kondisi tersebut membutuhkan fasilitas khusus, peralatan medis yang memadai, serta tenaga kesehatan dengan kompetensi yang sesuai.

“Ini menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan. Bayi dengan berat lahir sekitar 700 gram kini sudah dapat ditangani di RS IA Moeis,” kata Sri Puji

Ia membandingkan kondisi tersebut dengan kemampuan pelayanan RS IA Moeis sebelumnya yang masih menghadapi keterbatasan dalam menangani bayi dengan berat lahir sangat rendah.

“Dulu, bayi dengan berat 1,5 kilogram saja penanganannya belum bisa maksimal. Sekarang kemampuan rumah sakit sudah jauh lebih baik. Perkembangan ilmu kedokteran, ditambah dukungan teknologi dan peralatan medis yang semakin maju, ” lanjutnya.

Gedung KIA Perkuat Pelayanan Ibu dan Anak

Kehadiran gedung baru KIA diharapkan tidak hanya menambah kapasitas ruang pelayanan, tetapi juga memberikan dukungan terhadap pengembangan layanan kesehatan ibu dan anak secara lebih terpadu.

Dengan fasilitas yang semakin lengkap, rumah sakit diharapkan mampu memberikan penanganan yang lebih optimal bagi pasien, khususnya kasus-kasus yang membutuhkan perawatan intensif dan berkelanjutan.

Penguatan layanan ini juga menjadi bagian dari upaya mendekatkan pelayanan kesehatan berkualitas kepada masyarakat Samarinda dan Kalimantan Timur.

Puluhan Pasien Thalasemia Mendapat Layanan

Selain pelayanan neonatal, RS IA Moeis juga menangani pasien thalasemia. Sri Puji menyebut terdapat sekitar 74 pasien thalasemia yang menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.

Thalasemia merupakan kelainan darah bawaan akibat faktor genetik yang menyebabkan tubuh tidak mampu memproduksi hemoglobin secara normal. Penderitanya membutuhkan penanganan medis secara rutin, termasuk dukungan ketersediaan darah.

Menurut Sri Puji, kebutuhan darah bagi pasien thalasemia yang menjalani perawatan di RS IA Moeis saat ini telah tersedia.

“Untuk pasien thalasemia, saat inimendapatkan perawatan di RS IA Moeis. Kebutuhan darah untuk menunjang pengobatan mereka juga sudah tersedia, sehingga pelayanan terhadap pasien dapat berjalan dengan lebih baik,” jelasnya.

(advdprdsmd)

Back to top button