Internasional
Sedang tren

Trump Kritik Yordania Usai Tiga Prajurit AS Tewas dalam Serangan Iran

POJOKNEGERI.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan kritik terhadap Yordania setelah tiga prajurit AS tewas dalam serangan Iran yang menghantam pangkalan militer Washington di wilayah negara tersebut.

Trump menilai insiden itu seharusnya bisa dicegah apabila pengamanan sepenuhnya berada di bawah kendali personel militer Amerika Serikat.

Pernyataan itu disampaikan Trump saat menerima Presiden Lebanon Joseph Aoun dalam pertemuan di Gedung Putih pada Selasa (21/7).

Dalam kesempatan tersebut, Trump menyinggung sistem pengamanan pangkalan AS di Yordania dan menyatakan bahwa pelibatan pihak lain dalam menjaga kepentingan militer Amerika dapat memunculkan risiko yang lebih besar.

“Iran memasukkan sesuatu ke wilayah Yordania,” ujar Trump dalam pertemuan tersebut.

Trump kemudian menegaskan bahwa insiden mematikan tersebut tidak akan terjadi apabila pengamanan dilakukan langsung oleh pasukan Amerika Serikat yang memiliki kewenangan penuh.

“Hal itu tidak akan terjadi jika pasukan atau personel AS yang memiliki wewenang. Ketika Anda membiarkan orang lain melakukan pekerjaan Anda, segalanya tidak selalu berjalan dengan baik,” lanjutnya.

Tiga Prajurit AS Tewas dalam Serangan Iran

Serangan Iran terhadap pangkalan militer AS di Yordania pada Jumat (17/7) menewaskan tiga prajurit Amerika Serikat. Insiden tersebut menjadi salah satu eskalasi paling serius dalam konflik yang terus memanas antara Washington dan Teheran.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim serangan tersebut berhasil menghantam fasilitas militer Amerika Serikat di Yordania, termasuk merusak sistem radar yang digunakan oleh pasukan AS. Namun, klaim mengenai kerusakan sistem radar itu berasal dari pihak Iran dan belum memperoleh konfirmasi independen dari otoritas Amerika Serikat.

Kematian tiga personel militer tersebut semakin meningkatkan tekanan terhadap pemerintah AS untuk memperkuat pengamanan pangkalan-pangkalan militernya di kawasan Timur Tengah.

Iran Bidik Aset Militer AS di Negara-Negara Arab

Sejak konflik antara Iran dan Amerika Serikat semakin meningkat, negara-negara Arab yang menjadi lokasi penempatan aset militer AS ikut berada dalam posisi rentan. Menurut Iran, sejumlah negara tetangganya memberikan ruang bagi kehadiran militer Amerika Serikat dan memungkinkan operasi militer Washington dijalankan dari wilayah mereka.

Pandangan tersebut menjadi dasar bagi Iran untuk menjadikan fasilitas yang berkaitan dengan kepentingan militer AS di kawasan sebagai sasaran serangan balasan.

Meski demikian, sejumlah negara Arab membantah tudingan tersebut. Mereka menegaskan tidak terlibat dalam konflik bersenjata antara Iran dan Amerika Serikat serta tidak ingin wilayahnya menjadi arena pertempuran.

(*)

Back to top button