Nasional
Sedang tren

Pemerintah Percepat Renovasi Sekolah, Prabowo Targetkan Tuntas Seluruh Indonesia pada 2029

POJOKNEGERI.com – Pemerintah mempercepat program renovasi sekolah nasional dengan menargetkan seluruh bangunan sekolah di Indonesia selesai diperbaiki paling lambat pada 2029.

Untuk mempercepat pelaksanaan program tersebut, Presiden Prabowo Subianto memutuskan pemerintah akan menyalurkan anggaran renovasi secara langsung kepada kepala sekolah.

Pemerintah juga melibatkan komite sekolah yang terdiri atas orang tua dan guru untuk mengawasi penggunaan dana agar pelaksanaannya lebih cepat, transparan, dan tepat sasaran.

Presiden Prabowo menyampaikan target tersebut saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (20/7).

Menurutnya, pemerintah telah menyusun tahapan renovasi sekolah selama beberapa tahun ke depan agar seluruh satuan pendidikan memperoleh fasilitas belajar yang lebih layak.

“Tahun ini kita akan selesai 77 ribu sekolah renovasi. Tahun depan target kita 100 ribu (sekolah), tahun 2028 100 ribu. Kita berharap di 2029 seluruh sekolah Indonesia sudah direnovasi, seluruh sekolah di Indonesia sudah direnovasi,” kata Prabowo.

Dana Renovasi Langsung ke Kepala Sekolah

Prabowo menjelaskan pemerintah mengubah mekanisme penyaluran anggaran renovasi dengan mengirimkan dana langsung kepada kepala sekolah. Langkah tersebut diharapkan dapat memangkas birokrasi sekaligus mempercepat proses pembangunan di daerah.

Ia menegaskan penggunaan anggaran tidak akan berjalan tanpa pengawasan. Pemerintah meminta komite sekolah yang melibatkan orang tua, guru, dan unsur terkait untuk mengawasi setiap tahapan pelaksanaan renovasi.

“Dan uangnya kita akan kirim langsung ke kepala sekolah, diawasi oleh komite orang tua, komite guru dan sebagainya. Dan ternyata hasilnya sangat baik,” tutur dia.

Pemerintah optimistis pola penyaluran tersebut mampu meningkatkan efektivitas pembangunan sekaligus memastikan anggaran benar-benar digunakan sesuai kebutuhan masing-masing sekolah.

Indonesia Raih Penghargaan Digitalisasi Pendidikan

Dalam sidang kabinet yang sama, Prabowo juga mengungkapkan capaian Indonesia di bidang transformasi digital.

Ia menyebut Indonesia baru saja menerima penghargaan dari badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), International Telecommunication Union (ITU), atas keberhasilan mengembangkan pemerintahan digital dan digitalisasi pendidikan.

Menurut Prabowo, Indonesia memperoleh penghargaan tertinggi di antara 122 negara dalam kategori e-government dan digitalisasi pendidikan.

“International Telecommunication Union memberi penghargaan tertinggi kepada kita Indonesia dari 122 negara dalam kategori e-government dan kategori digitalisasi pendidikan,” lanjutnya.

Prabowo mengatakan keberhasilan tersebut didukung oleh pemanfaatan platform Rumah Pendidikan yang kini telah digunakan jutaan masyarakat. Platform itu menyediakan ribuan materi pembelajaran gratis sekaligus membantu guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Rumah Pendidikan, portal terintegrasi dengan interactive flat panel yang kita bagikan, telah digunakan oleh lebih dari 6,9 juta pengguna. Menyediakan 4.843 sumber belajar gratis dan membantu ratusan ribu guru di daerah tertinggal, terdepan dan terluar,” ujarnya.

Pemerintah Terus Benahi Infrastruktur Pendidikan

Prabowo menilai penghargaan dari ITU menjadi bukti bahwa dunia internasional mengakui kemajuan Indonesia dalam digitalisasi pendidikan. Meski demikian, ia menegaskan pemerintah tidak akan berhenti hanya pada pencapaian tersebut.

Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan harus berjalan beriringan dengan penyediaan sarana dan prasarana yang memadai. Karena itu, pemerintah tetap memprioritaskan percepatan renovasi sekolah di seluruh Indonesia agar seluruh peserta didik dapat belajar di lingkungan yang aman, nyaman, dan layak.

“Penghargaan dari PBB ini membuktikan digitalisasi pendidikan kita diakui dunia. Kita tidak cepat puas, perjalanan masih jauh, tapi kita ingin memperbaiki semua sekolah kita,” kata Prabowo.

(*)

Back to top button