Internasional
Sedang tren

Trump Ancam Serangan Lebih Besar ke Iran Jika Gangguan di Selat Hormuz Berlanjut

POJOKNEGERI.com – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, kembali meningkatkan tekanan terhadap Iran dengan mengancam akan melancarkan serangan yang lebih besar apabila Teheran terus menyerang kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.

Jalur pelayaran tersebut merupakan salah satu rute paling vital bagi distribusi minyak dan gas dunia.

Ancaman itu muncul setelah Trump memerintahkan militer AS melancarkan gelombang serangan terbaru ke sejumlah target di wilayah Iran pada Rabu (8/7) waktu setempat.

Pemerintah AS menyebut operasi tersebut sebagai respons atas dugaan serangan Iran terhadap kapal-kapal di kawasan Selat Hormuz.

Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump menegaskan bahwa Washington tidak akan membiarkan aksi Iran berlanjut tanpa balasan.

“Ini adalah balasan atas pengeboman kapal-kapal yang dilakukan Iran kemarin. Jika hal itu terjadi lagi, serangannya akan jauh lebih parah!” kata Trump.

Unggahan tersebut juga memperlihatkan gambar yang diklaim sebagai dokumentasi pengeboman terhadap salah satu lokasi di Iran.

Ledakan Guncang Wilayah Pesisir Iran

Tidak lama setelah serangan berlangsung, media pemerintah Iran melaporkan rentetan ledakan di sejumlah wilayah pesisir selatan negara itu.

Kantor berita IRNA menyebut suara pesawat tempur terdengar di atas Pulau Kish sebelum ledakan mengguncang beberapa kota pelabuhan.

Bandar Abbas, Konarak, dan Chabahar menjadi beberapa wilayah yang dilaporkan terkena dampak serangan. Sebagian kawasan bahkan mengalami pemadaman listrik setelah ledakan terjadi.

Sementara itu, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan bahwa militer AS memang melaksanakan gelombang serangan terbaru yang menargetkan sejumlah fasilitas di Iran.

Hingga kini, pemerintah Iran belum mengeluarkan rincian resmi mengenai tingkat kerusakan maupun jumlah korban akibat serangan tersebut.

Trump Tegaskan Respons Militer AS

Trump kembali menyampaikan sikap kerasnya saat berbicara kepada wartawan di dalam pesawat kepresidenan Air Force One dalam perjalanan pulang dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Ankara, Turki.

Presiden AS itu menegaskan bahwa setiap serangan yang dilakukan Iran akan dibalas dengan kekuatan yang jauh lebih besar.

“Kita baru saja menghantam mereka dengan sangat keras, dan saya mengatakan kita menghantam mereka dengan rasio 20 dibanding satu. Setiap kali mereka menyerang kita, kita akan membalas dengan 20 serangan. Dan kita telah melakukannya tadi malam,” ujar Trump.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa pemerintahan Trump memilih mempertahankan pendekatan militer yang tegas terhadap setiap tindakan yang dianggap mengancam kepentingan Amerika Serikat maupun jalur pelayaran internasional.

Peluang Diplomasi Masih Terbuka

Di tengah meningkatnya ketegangan, Trump tetap menyatakan harapan agar konflik tidak berkembang menjadi perang yang lebih luas. Ia mengatakan pemerintah AS masih membuka peluang untuk melakukan perundingan dengan Iran.

Sebelumnya, Trump juga menyampaikan bahwa gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran telah berakhir. Kondisi tersebut mendorong sejumlah pihak, termasuk Pakistan, Qatar, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), untuk menyerukan deeskalasi dan mendorong kedua negara kembali menempuh jalur diplomasi.

Saat berbicara kepada wartawan pada Rabu (8/7) tengah malam di Air Force One, Trump mengklaim bahwa Iran telah menghubungi pemerintah AS.

“Iran menelepon beberapa saat yang lalu,” kata Trump seraya menambahkan bahwa Teheran “sangat ingin mencapai kesepakatan”.

Namun, Trump tidak menjelaskan siapa pihak Iran yang melakukan komunikasi tersebut maupun isi pembicaraan yang berlangsung. Ia bahkan kemudian meragukan prospek tercapainya kesepakatan baru dengan menyebut pihak Iran “agak gila”.

(*)

Back to top button