Internasional

Korea Utara Puji Pengangkatan Pemimpin Baru Iran, Donald Trump Murka

POJOKNEGERI.com – Pengangkatan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru mendapat apresiasi dari Korea Utara (Korut).

Mojtaba Khamenei menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang gugur dalam serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Melalui pernyataan yang dikutip kantor berita Korean Central News Agency (KCNA) dan dilansir Al Jazeera pada Rabu (11/3/2026), Pyongyang menegaskan dukungan penuh terhadap keputusan Iran sekaligus mengecam keras tindakan militer Washington dan Tel Aviv.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Korut menegaskan bahwa pihaknya menghormati keputusan rakyat Iran.

“Mengenai pengumuman resmi baru-baru ini bahwa Majelis Pakar Iran telah memilih pemimpin baru Revolusi Islam, kami menghormati hak dan pilihan rakyat Iran untuk memiliki Pemimpin Tertinggi mereka,” ujarnya seperti pemberitaan KCNA.

Korut juga menyoroti dampak serangan AS dan Israel terhadap stabilitas kawasan.

“Kami menyatakan keprihatinan yang mendalam dan mengutuk keras agresi Amerika Serikat dan Israel yang, dengan melancarkan serangan militer ilegal terhadap Iran, telah merusak fondasi perdamaian dan keamanan regional serta meningkatkan ketidakstabilan di kancah internasional,” tegasnya.

Donald Trump Murka

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan kritik keras terhadap pengangkatan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran yang baru.

Ia menilai keputusan menggantikan mendiang Ayatollah Ali Khamenei dengan putranya sebagai langkah keliru yang dapat memperburuk situasi politik di Teheran.

Trump berbicara kepada media AS, NBC News, pada Selasa (10/3/2026), dan menegaskan bahwa Iran telah melakukan kesalahan besar.

“Saya rasa mereka (Iran-red) telah melakukan kesalahan besar,” kata Trump.

Ia menambahkan bahwa ia meragukan apakah kepemimpinan Mojtaba akan bertahan lama.

“Saya tidak tahu apakah ini akan bertahan lama. Saya pikir mereka telah melakukan kesalahan,” ucapnya.

Sebelumnya, Trump juga menyampaikan ketidakpuasan kepada New York Post. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak senang dengan penunjukan Mojtaba menggantikan ayahnya.

“Dia harus mendapatkan persetujuan dari kita,” kata Trump lagi, merujuk pada pemimpin tertinggi Iran yang baru.

Komentar Trump mencerminkan ketegangan diplomatik yang semakin tajam antara Washington dan Teheran. Dengan menyebut pengangkatan Mojtaba sebagai “kesalahan besar,” Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak mengakui legitimasi kepemimpinan baru Iran.

Mojtaba Khamenei jadi Pemimpin Tertinggi Iran

Sebelumnya, Iran resmi memasuki era kepemimpinan baru setelah Majelis Ahli menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi pada Senin (9/3).

“Dengan suara yang menentukan, Majelis Ahli menunjuk Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai Pemimpin ketiga sistem sakral Republik Islam Iran,” demikian pernyataan majelis tersebut.

Mojtaba adalah putra kedua Khamenei dan banyak pihak mengenalnya sebagai sosok yang memiliki pengaruh signifikan di Iran. Ia juga memiliki hubungan kuat dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), badan militer paling kuat di negara itu.

Mojtaba juga dipercaya memiliki kedekatan dengan pasukan paramiliter sukarelawan Iran, Basij.

(*)

Back to top button