Rodrygo Cedera ACL, Real Madrid dan Brasil Kehilangan Senjata Utama

POJOKNEGERI.com – Real Madrid dan tim nasional Brasil mendapat pukulan telak setelah penyerang muda mereka, Rodrygo Goes harus menepi dalam waktu lama akibat cedera serius. Insiden itu terjadi dalam laga La Liga melawan Getafe di Santiago Bernabéu, Selasa (3/3/2026).
Pada menit ke-66, Rodrygo menerima tekel dari Adrian Liso di sisi kiri lapangan. Gerakan kakinya tersangkut, membuat ia terjatuh sambil menahan sakit.
Meski sempat melanjutkan permainan hingga akhir, pemeriksaan medis klub mengungkapkan kondisi yang jauh lebih buruk dari dugaan awal.
Real Madrid merilis pernyataan resmi sehari setelah pertandingan.
“Setelah pemeriksaan yang dilakukan tim medis Real Madrid hari ini terhadap Rodrygo. Ia didiagnosis mengalami robek di anterior cruciate ligament (ACL) serta robekan meniskus luar di kaki kanannya,” bunyi pernyataan klub.
Diagnosis itu berarti Rodrygo harus menjalani operasi dan menjalani masa pemulihan panjang. Klub memperkirakan ia akan absen hingga sekitar satu tahun, sehingga musim 2025-26 berakhir lebih cepat untuknya.
Dampak bagi Real Madrid
Kehilangan Rodrygo menjadi masalah besar bagi Carlo Ancelotti. Sang pelatih harus menyusun ulang strategi serangan menjelang fase krusial La Liga dan Liga Champions. Rodrygo selama ini memberi variasi di lini depan, mampu bermain di sayap maupun sebagai penyerang tengah.
Absennya pemain berusia 25 tahun itu membuat beban semakin berat bagi Vinícius Jr. dan Kylian Mbappé. Madrid harus mengandalkan kedalaman skuad dengan memberi kesempatan lebih banyak kepada pemain muda lain. Cedera ini datang di saat klub tengah berjuang mempertahankan posisi di puncak klasemen dan menargetkan gelar Liga Champions, sehingga momentum tim terganggu.
Dampak bagi Brasil
Brasil juga merasakan kehilangan besar. Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung Juni mendatang tidak akan menghadirkan Rodrygo. Pemain kreatif yang bisa menjadi pembeda di lini serang harus menunda mimpinya tampil di ajang terbesar sepak bola dunia. Pelatih Brasil kini harus mencari alternatif lain.
Nama-nama seperti Gabriel Martinelli, Raphinha, atau wonderkid Endrick kemungkinan akan mendapat peran lebih besar. Selain aspek teknis, absennya Rodrygo juga memengaruhi psikologis tim. Brasil kehilangan salah satu pemain yang sudah menjadi bagian penting skuad, sehingga semangat tim bisa terguncang.
Ekspresi Kesedihan Rodrygo
Rodrygo sendiri meluapkan kesedihannya melalui akun X pribadinya pada Rabu (4/3). Ia menulis dengan penuh emosi: “Meskipun tanpa pemahaman, aku percaya kepada-Mu. Salah satu hari terburuk dalam hidupku. Aku tidak tahu apakah aku pantas menerima ini… tapi apa yang bisa kukeluhkan setelah begitu banyak hal indah yang telah kualami?”
Ia menambahkan, “Aku absen hingga akhir musim dan Piala Dunia, sebuah mimpi yang semua orang tahu betapa berartinya bagiku. Yang bisa kulakukan hanyalah tetap kuat. Terima kasih atas doa dan kasih sayang kalian semua. Aku berjanji tidak akan berhenti di sini, aku masih punya banyak hal untuk dialami di dunia sepak bola. Tuhan tetap memegang kendali atas segalanya.”
Pernytaan ini menunjukkan betapa besar arti Piala Dunia bagi Rodrygo. Ia menganggap kesempatan tampil di ajang tersebut sebagai mimpi yang harus ditunda. Meski begitu, ia menegaskan tekad untuk kembali lebih kuat, dengan keyakinan bahwa perjalanan kariernya belum berakhir.
(*)
