Putin Puji Elon Musk, Akui sebagai Jenius

00:00 / 04:32 1×
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Elon Musk
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Elon Musk Foto: Dok. Pojoknegeri
Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif

POJOKNEGERI.com – Dominasi teknologi komunikasi satelit milik Elon Musk menjadi tantangan tersendiri bagi Rusia. Di tengah ambisi membangun jaringan komunikasi antariksa untuk mendukung kepentingan militer, Moskow harus mengakui keunggulan Starlink yang telah mengoperasikan ribuan satelit di orbit Bumi.

Presiden Rusia Vladimir Putin bahkan secara terbuka memberikan pujian kepada Musk. Ia menilai pengusaha teknologi asal Amerika Serikat tersebut memiliki kemampuan luar biasa dalam mengembangkan jaringan satelit melalui SpaceX.

Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif

Pernyataan itu disampaikan Putin saat menghadiri pertemuan dengan sejumlah pemimpin negara Afrika di Moskow. Dalam kesempatan tersebut, ia menyinggung perbedaan skala pengembangan satelit antara Rusia dan perusahaan milik Musk.

“Elon Musk adalah seorang jenius, jenius sejati,” kata Putin.

Ia kemudian membandingkan jumlah satelit yang dimiliki Starlink dengan pencapaian Rusia yang masih berada dalam tahap awal pengembangan.

“Berapa banyak [satelit] yang dia miliki di orbit? Lebih dari 5.000, dan kita baru mengambil langkah pertama,” imbuh Putin, dikutip kantor berita TASS.

Ketertinggalan Rusia Jadi Tantangan Strategis

Saat ini, jumlah satelit aktif Starlink diperkirakan mencapai sekitar 10 ribu unit. Jaringan tersebut menyediakan layanan internet berkecepatan tinggi dan telah berkembang menjadi salah satu infrastruktur komunikasi satelit terbesar di dunia.

Keunggulan ini juga memberikan pengaruh besar dalam konflik Rusia-Ukraina. Ukraina memanfaatkan layanan Starlink untuk mendukung komunikasi dan koordinasi di medan perang.

Namun, hubungan antara Starlink dan Ukraina sempat memanas setelah pembatasan akses pada pertengahan Oktober lalu mengganggu sejumlah operasi militer, termasuk upaya menghadapi serangan drone.

Musk awalnya membantah telah memerintahkan pembatasan koneksi internet. Namun, pada akhir bulan tersebut, ia mengakui telah menutup celah yang memungkinkan militer menggunakan layanan Starlink sipil.

Rassvet Jadi Andalan Baru Moskow

Untuk mengurangi ketergantungan terhadap teknologi asing, Rusia mulai mengembangkan konstelasi satelit Rassvet. Sistem ini diproyeksikan menjadi alternatif jaringan komunikasi satelit yang dapat memenuhi kebutuhan domestik dan strategis Moskow.

Meski demikian, Rusia masih menghadapi kesenjangan besar. Jumlah satelit Rassvet yang beroperasi diperkirakan baru sekitar 26 unit, jauh di bawah skala jaringan Starlink.

Putin juga mengungkapkan bahwa Moskow menjalin komunikasi dengan mitra Amerika Serikat, termasuk Musk, untuk menjaga keteraturan aktivitas satelit di orbit.

“Kami menjalin kontak erat dengan mitra AS, termasuk Musk, karena sangat penting di orbit untuk tidak saling menghalangi dan untuk menjaga tingkat disiplin dan ketertiban tertentu,” kata Putin.

(*)

Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif
Pojoknegeri
Redaksi Pojoknegeri

Tim redaksi Pojoknegeri menyajikan berita independen dan berimbang untuk Indonesia.

Lihat Semua Artikel
Bagikan berita ini: Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram