Internasional

Iran Tolak Sinyal Damai Trump, Pintu Negosiasi Masih Tertutup

POJOKNEGERI.com – Iran menutup peluang negosiasi dengan Amerika Serikat untuk sementara waktu.

Teheran menegaskan pembicaraan hanya dapat berlangsung jika Washington lebih dulu memenuhi sejumlah persyaratan yang diajukan Iran untuk mengakhiri perang dan blokade di Selat Hormuz.

Sikap tersebut disampaikan setelah Presiden AS Donald Trump kembali membuka kemungkinan untuk berdialog dengan Iran.

Pernyataan Trump itu muncul di tengah meningkatnya perhatian terhadap dampak perang terhadap pasokan minyak dan jalur pelayaran di kawasan.

Iran Tolak Sinyal Negosiasi Trump

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, merespons pernyataan Trump melalui platform X pada Selasa (15/9/2026).

Rezaei meminta Iran dan masyarakat internasional tidak mudah terpengaruh oleh perubahan pernyataan Trump mengenai kemungkinan negosiasi.

“Jangan teralihkan oleh sinyal campur aduk presiden ASe — dari ‘tidak ada negosiasi’ hingga ‘kami siap untuk berbicara’,” tulis Rezaei, dilansir kantor berita AFP.

Ia kemudian menegaskan Iran tidak akan menggelar pembicaraan sebelum tuntutan Teheran terpenuhi.

“Pertaruhan seputar minyak dan selat telah berubah. Pengendalian kerusakan tidak akan menghentikan apa yang akan datang. Tidak ada pembicaraan sampai syarat-syarat Iran terpenuhi. Titik!” tegasnya.

Trump Kembali Buka Opsi Dialog

Trump sebelumnya mengatakan dirinya terbuka untuk melanjutkan pembicaraan dengan Iran. Ia menyampaikan pernyataan itu pada Senin (14/9) waktu setempat, setelah berminggu-minggu menyebut belum saatnya membuat kesepakatan untuk mengakhiri perang.

“Negara Iran yang sedang terpuruk ingin membuat kesepakatan, dengan cepat dan mendesak. Saya akan menentukan apakah AS akan memilih untuk terlibat atau tidak — konsep yang terbuka bagi kami,” tulis Trump di Truth Social.

Iran telah berulang kali menyebut ganti rugi perang dan pencabutan sanksi sebagai bagian dari tuntutannya. Teheran juga mengaitkan penghentian perang dengan berakhirnya blokade di Selat Hormuz.

Perbedaan posisi kedua negara membuat peluang tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat masih menghadapi jalan terjal. AS menyatakan pintu dialog terbuka, sedangkan Iran meminta Washington memenuhi syarat terlebih dahulu.

(*)

Back to top button