Marc Marquez Akui Pedro Acosta Bisa Mengalahkannya di Ducati

POJOKNEGERI.com – Marc Marquez menyambut persaingan baru ketika Pedro Acosta bergabung dengannya di Ducati pada MotoGP 2027.
Juara dunia MotoGP tujuh kali itu bahkan mengakui bahwa Acosta memiliki kemampuan untuk mengalahkannya di lintasan.
Sepanjang kariernya di MotoGP sejak debut pada 2013, Marquez selalu mampu mengungguli rekan setimnya.
Ia mencatat tujuh gelar juara dunia dan beberapa kali menutup musim di luar posisi teratas, termasuk finis di peringkat ketiga sebanyak dua kali. Marquez juga pernah mengakhiri musim di posisi ketujuh, ke-13, dan ke-14.
Meski mengalami sejumlah musim yang sulit, pencapaian Marquez tetap lebih tinggi dibandingkan para rekan setimnya, seperti Dani Pedrosa, Jorge Lorenzo, Pol Espargaro, Joan Mir, Alex Marquez, hingga Francesco Bagnaia.
Marquez Dukung Perekrutan Acosta
Ducati akan mempertemukan Marquez dan Acosta dalam satu garasi untuk MotoGP 2027 dan 2028. Acosta sendiri semakin menunjukkan potensinya sebagai salah satu bintang masa depan MotoGP setelah meraih kemenangan balapan pertamanya di Austria.
Menariknya, Marquez turut memberikan dukungan ketika Ducati mempertimbangkan perekrutan Acosta. Ia menilai pembalap muda asal Spanyol tersebut merupakan pilihan yang tepat bagi tim.
“Kurasa dia [Acosta] itu adalah pebalap yang bisa mengalahkan aku,” ungkap mantan rider Honda dan Gresini itu kepada Servus TV.
“Pastinya, kami selalu punya sebuah hubungan yang baik dengan Ducati dan kami berkontak,” lanjutnya.
Marquez kemudian menceritakan responsnya ketika Ducati pertama kali menyampaikan rencana untuk merekrut Acosta.
“Saat pertama mereka bilang kepadaku bahwa mereka mempertimbangkan kemungkinan ini, aku langsung bilang, ‘Dia adalah pebalap yang tepat’. Pedro akan jadi salah satu nama besar di musim depan dan di masa depan,” kata Marquez.
Marquez Tak Akan Mengubah Gaya Balap
Kehadiran Acosta akan menciptakan persaingan langsung antara dua pembalap Spanyol dengan karakter dan pengalaman berbeda. Acosta memiliki usia yang jauh lebih muda, sedangkan Marquez membawa pengalaman panjang serta tujuh gelar juara dunia.
Marquez menyadari Acosta masih bisa berkembang pesat ketika mengendarai motor Ducati. Namun, ia tidak berencana mengubah pendekatan balapnya demi menghadapi rekan setimnya tersebut.
“Dia bisa mempelajari banyak hal tentang menunggangi motor Ducati. Dia akan memiliki gayanya sendiri, tapi aku tidak akan mengubah gayaku. Aku akan berusia 34 tahun di musim depan. Aku adalah Marc, aku akan memberikan 100 persen dan kita akan melihatnya,” lugas Marquez.
(*)

