KIMKT Resmi Lantik Pengurus Baru, Perkuat Peran Budaya dan Pembangunan di Kaltim

00:00 / 04:32 1×
Pengurus KIMKT periode 2026–2031 resmi dilantik di Ballroom Hotel Puri Senyiur Samarinda, Sabtu (11/4/2026) malam/ist Foto: Dok. Pojoknegeri
Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif

POJOKNEGERI.COM — Kapakat Isen Mulang Kalimantan Timur (KIMKT) resmi melantik kepengurusan periode 2026–2031 dalam sebuah acara khidmat di Hotel Puri Senyiur, Sabtu (11/4/2026) malam.

Pelantikan ini menegaskan komitmen organisasi dalam memperkuat peran budaya sekaligus mendukung pembangunan daerah.

Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif

Acara tersebut dihadiri oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun, bersama istrinya, Rinda Wahyuni.

Panitia menyambut keduanya dengan tarian adat Giring-Giring dan Gelang Dadas sebagai simbol penghormatan dan doa keselamatan.

Kepemimpinan Baru KIMKT

Dalam prosesi pelantikan, panitia secara resmi mengukuhkan Firminus Mayon sebagai Ketua Umum KIMKT, menggantikan Ewaldus Benedictus.

Sementara itu, Andi Harun menerima amanah sebagai Dewan Pembina organisasi.

Firminus menyatakan siap menjalankan tanggung jawab untuk membawa KIMKT semakin maju dan berkontribusi bagi masyarakat.

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga solidaritas dan nilai-nilai budaya dalam setiap program organisasi.

Dalam sambutannya, Andi Harun menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan.

Ia menyebut pendidikan sebagai fondasi utama dalam menciptakan kemajuan yang berkelanjutan.

“Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah masa depan. Melalui pendidikan, kita dapat menciptakan kemajuan sekaligus menjaga kearifan lokal,” ujarnya.

Ia juga mengangkat filosofi “Isen Mulang” yang berarti pantang menyerah sebagai semangat dasar generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman.

Perkuat Sinergi dan Pelestarian Budaya

Andi Harun mendorong KIMKT untuk menjadi mitra strategis pemerintah di berbagai sektor, termasuk sosial, ekonomi, dan politik.

Ia menilai keberagaman di Kalimantan Timur harus menjadi kekuatan kolektif dalam membangun daerah.

Menurutnya, organisasi berbasis adat seperti KIMKT memiliki kekhasan dalam proses regenerasi kepemimpinan.

Selain kapasitas, anggota juga harus memiliki integritas, moral, serta pemahaman yang kuat terhadap budaya.

KIMKT sendiri merupakan wadah masyarakat Dayak asal Kalimantan Tengah yang berdomisili di Kalimantan Timur.

Organisasi ini telah memiliki jaringan di 10 kabupaten/kota.

Melalui kepengurusan baru, KIMKT diharapkan mampu memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan terus hadir sebagai penjaga nilai budaya sekaligus penggerak pembangunan. (*)

Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif
Pojoknegeri
Redaksi Pojoknegeri

Tim redaksi Pojoknegeri menyajikan berita independen dan berimbang untuk Indonesia.

Lihat Semua Artikel
Bagikan berita ini: Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram