
POJOKNEGERI.COM, TENGGARONG – Suasana siang di Jalan Ahmad Yani, tepat di depan Taman Pintar Tenggarong, mendadak heboh akibat kebakaran pada Selasa (25/11/2025).
Asap pekat terlihat mengepul dari sebuah rumah toko (ruko) di kawasan padat penduduk.
Kepanikan pun tak terhindarkan, lantaran banyak orang tengah berbelanja maupun melintas di jalur utama kota tersebut.
Beruntung, respons cepat Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kutai Kartanegara membuat kobaran api tak sempat merembet ke bangunan lain di sekitarnya.
Insiden tersebut pertama kali dilaporkan oleh seorang warga bernama Aji pada pukul 11.27 WITA. Hanya dua menit setelah laporan masuk, unit Damkar Kukar sudah meluncur ke lokasi. Kepala Dinas Damkar Kukar, Fida Hurasani, memastikan bahwa kecepatan respons menjadi kunci utama mengendalikan api, terlebih karena kejadian berlangsung di jam sibuk kota.
“Begitu laporan masuk, regu langsung bergerak. Lokasinya berada di pusat kota, jadi kami harus memastikan api tidak melebar ke bangunan lain. Alhamdulillah, dalam waktu kurang lebih 45 menit, api dapat dikendalikan,” kata Fida.
Api Cepat Membesar
Menurut keterangan petugas di lapangan, kobaran api sudah terlihat cukup besar saat unit pertama tiba. Ruko yang terbakar diketahui merupakan bangunan semi permanen dengan material yang mudah memicu penyebaran api, seperti kayu dan partisi triplek di bagian dalam. Warga sekitar sempat melakukan upaya awal untuk memadamkan api menggunakan alat seadanya, namun panas dan kepulan asap membuat mereka tidak mampu mendekat.
Mengingat lokasi berada di jalur protokol yang padat dan dekat dengan permukiman, Damkar Kukar langsung mengerahkan kekuatan penuh. Pleton 3 menjadi regu utama yang menangani peristiwa ini, dibackup oleh Pleton 1 dan 2. Total, ada 12 unit kendaraan yang diterjunkan, terdiri dari 10 unit Brandweer, 1 unit Rescue, dan 1 unit pick-up portable.
Fida menjelaskan, pengerahan armada dalam jumlah besar bukan tanpa alasan. “Kami ambil langkah maksimum agar pengendalian api bisa dipercepat. Selain itu, lokasi ruko berdempetan, jadi risiko merembet cukup tinggi,” ungkapnya.
Upaya Damkar juga mendapat bantuan dari sejumlah elemen penting. Relawan pemadam kebakaran dari berbagai komunitas turut ambil bagian dalam proses pemadaman. Unsur TNI, Polri, Satpol PP, dan petugas PLN juga hadir membantu mengamankan lokasi, menutup akses jalan, dan memutus aliran listrik untuk menghindari korsleting lanjutan.
Api Berhasil Dikendalikan
Api akhirnya bisa dikendalikan sekitar pukul 12.15 WITA, dan proses pendinginan dilanjutkan untuk memastikan tidak ada bara api tersisa yang berpotensi membakar kembali bangunan.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan. Tim dari Damkar bersama aparat terkait sedang melakukan pemeriksaan lanjutan, termasuk memeriksa bagian bangunan yang paling parah terdampak.
“Yang jelas, dugaan awal belum bisa disimpulkan. Kita masih menunggu hasil pemeriksaan tim teknis,” kata Fida.
Ia juga mengimbau agar masyarakat, khususnya pemilik bangunan pertokoan, rutin melakukan pengecekan instalasi listrik dan memastikan area usaha tetap aman dari risiko kebakaran.
“Kasus seperti ini sering kali terjadi akibat kelalaian kecil, seperti stop kontak longgar, kabel lama, atau peralatan listrik yang dibiarkan menyala,” tambahnya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Pemilik ruko diketahui sedang tidak berada di lokasi pada saat kebakaran terjadi. Namun, sejumlah barang dagangan dan peralatan usaha diperkirakan habis terbakar. Kerugian materi ditaksir mencapai puluhan juta rupiah, meski angka pastinya masih menunggu investigasi lengkap.
Kawasan Jalan Ahmad Yani sempat ditutup sementara selama proses pemadaman berlangsung. Lalu lintas kembali lancar sekitar pukul 13.00 WITA setelah petugas selesai membersihkan area dari sisa puing dan genangan air.
Di akhir keterangannya, Fida menegaskan bahwa masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama di bangunan usaha yang memiliki banyak titik rawan kebakaran.
“Kami bekerja seoptimal mungkin, tetapi pencegahan tetap lebih utama. Jangan menunggu kejadian baru sadar pentingnya keselamatan,” ujarnya.
Insiden kebakaran ini kembali menjadi pengingat bahwa risiko selalu ada, terlebih di kawasan padat penduduk seperti Tenggarong. Respons cepat Damkar Kukar berhasil mencegah kerusakan lebih besar.
(*)