Kata Menko Airlangga, Konversi Kompor Gas ke Listrik Ditunda

00:00 / 04:32 1×
Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif

POJOKNEGERI.COM – Pemerintah mewacanakan untuk konversi kompor gas 3 kg menjadi kompor listrik.

Namun sejak wacana tersebut digaungkan, tak sedikit masyarakat menolak dengan beragam alasan.

Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif

Utamanya, khawatir tagihan listrik menjadi membengkak, dinilai tidak cocok untuk kebutuhan masakan Indonesia, dan dianggap tidak efisien bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Terkait hal tersebut, Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pelaksanaan program konversi kompor pada 2022 resmi ditunda.

“Dapat saya sampaikan bahwa pemerintah belum memutuskan terkait program konversi dari kompor elpiji 3 kg menjadi kompor listrik induksi,” ujar Airlangga dalam konferensi pers secara virtual pada Jumat (23/9).

Kendati demikian, Airlangga tak membeberkan alasan penundaan tersebut.

Iya hanya mengatakan saat ini pemerintah terus mempertimbangkan kondisi masyarakat dan memantau kondisi lapangan terhadap penggunaan gas elpiji.

Meski ditunda, kompor listrik yang sudah didistribusikan sebanyak 300 unit di Bali dan Solo, tetap menjadi pertimbangan pemerintah atas wacana konversi kompor. Pemanfaatan 300 unit kompor listrik di dua wilayah tersebut bersifat uji coba.

“Hasil dari uji coba ini akan dilakukan evaluasi dan perbaikan-perbaikan,” tegas Airlangga. 

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

(redaksi)

Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif
Pojoknegeri
Redaksi Pojoknegeri

Tim redaksi Pojoknegeri menyajikan berita independen dan berimbang untuk Indonesia.

Lihat Semua Artikel
Bagikan berita ini: Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram