Iran Tak Gentar, Tegaskan Uranium Diperkaya Tak Akan Diserahkan ke AS

POJOKNEGERI.com – Pemerintah Iran kembali menegaskan sikapnya untuk mempertahankan seluruh material nuklir di dalam negeri di tengah kebuntuan diplomasi dengan Amerika Serikat (AS). Teheran menganggap...

00:00 / 04:32 1×
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei Foto: Dok. Pojoknegeri
Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif

POJOKNEGERI.com – Pemerintah Iran kembali menegaskan sikapnya untuk mempertahankan seluruh material nuklir di dalam negeri di tengah kebuntuan diplomasi dengan Amerika Serikat (AS).

Teheran menganggap uranium yang telah diperkaya sebagai aset strategis sekaligus kekayaan nasional yang tidak bisa begitu saja diserahkan kepada pihak asing.

Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, menyampaikan sikap tersebut saat bertemu dengan Panglima Angkatan Bersenjata Pakistan, Asim Munir, yang berkunjung ke Teheran pada Selasa (20/10/2026).

Seperti dilansir AFP, Rabu (21/10/2026), Rezaei menegaskan bahwa Iran tidak akan mengizinkan material nuklirnya keluar dari wilayah negara tersebut dalam situasi apa pun.

“Tidak akan ada sedikit pun material nuklir yang diperkaya yang boleh keluar dari Iran; material semacam itu merupakan aset utama dan kekayaan nasional bagi rakyat Iran, yang dimaksudkan untuk digunakan di dalam negeri ini,” tegas Rezaei dalam pertemuan dengan Munir, sebagaimana dilaporkan televisi pemerintah Iran.

Teheran Minta Washington Bangun Kepercayaan

Selain mempertahankan material nuklirnya, Iran juga menetapkan syarat bagi kelanjutan perundingan dengan Washington.

Rezaei menilai Amerika Serikat perlu mengambil langkah konkret untuk membangun kepercayaan sebelum kedua negara kembali ke meja perundingan.

“Tidak akan ada negosiasi sampai Amerika mengambil langkah-langkah untuk membangun kepercayaan — sebuah proses yang harus dimulai dengan memenuhi syarat-syarat dari pihak Iran,” cetusnya.

Pernyataan tersebut muncul ketika upaya diplomatik Iran dan AS menghadapi kebuntuan dalam beberapa waktu terakhir. Pakistan dan Qatar terus menjalankan peran sebagai mediator untuk mendorong kedua pihak melanjutkan perundingan demi mengakhiri konflik yang berlangsung sejak akhir Februari 2026.

Trump Pernah Tuntut Uranium Iran Diserahkan

Persoalan uranium yang diperkaya menjadi salah satu isu utama dalam perundingan kedua negara. Pada Mei 2026, Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa persediaan uranium diperkaya tinggi milik Iran harus segera diserahkan kepada Washington atau dihancurkan.

Melalui platform Truth Social pada Senin (25/5/2026) waktu setempat, Trump menyampaikan opsi pemindahan maupun pemusnahan material tersebut dengan pengawasan lembaga terkait.

“Uranium yang diperkaya (Debu Nuklir!) akan segera diserahkan kepada Amerika Serikat untuk dibawa pulang dan dihancurkan atau, lebih disukai, secara bersamaan dan terkoordinasi dengan Republik Islam Iran, dihancurkan di tempat atau di lokasi lainnya yang dapat diterima, dengan Komisi Energi Atom, atau yang setara dengannya, sebagai saksi proses dan peristiwa ini,” kata Trump.

Perbedaan sikap mengenai pengelolaan uranium tersebut memperlihatkan besarnya tantangan yang harus dihadapi kedua negara untuk mencapai kesepakatan. Iran bersikeras mempertahankan material nuklirnya, sedangkan Trump sebelumnya mendorong penyerahan atau pemusnahan persediaan tersebut.

(*)

Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif
Pojoknegeri
Redaksi Pojoknegeri

Tim redaksi Pojoknegeri menyajikan berita independen dan berimbang untuk Indonesia.

Lihat Semua Artikel
Bagikan berita ini: Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram