Indonesia-Australia Perkuat Ketahanan Kawasan, Dorong Reformasi Kerja Sama Multilateral

POJOKNEGERI.COM –  Indonesia dan Australia memperkuat koordinasi diplomatik untuk menjaga ketahanan kawasan Asia Tenggara, Samudra Pasifik, hingga Samudra Hindia. Kedua negara juga sepakat mendorong perbaikan...

00:00 / 04:32 1×
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Arrmanatha Nasir dan Menlu Australia Penny Wong 
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Arrmanatha Nasir dan Menlu Australia Penny Wong  Foto: Dok. Pojoknegeri
Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif

POJOKNEGERI.COM –  Indonesia dan Australia memperkuat koordinasi diplomatik untuk menjaga ketahanan kawasan Asia Tenggara, Samudra Pasifik, hingga Samudra Hindia.

Kedua negara juga sepakat mendorong perbaikan sistem kerja sama multilateral agar mampu menjawab berbagai tantangan regional dan global.

Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Arrmanatha Nasir atau Tata menyampaikan hal tersebut setelah bertemu dengan Menlu Australia Penny Wong di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Kamis (22/10/2026).

Pertemuan itu menjadi bagian dari upaya kedua negara memperkuat hubungan diplomatik sekaligus meningkatkan koordinasi dalam menghadapi perkembangan situasi kawasan.

“Tadi kita juga berbicara mengenai situasi di kawasan, bagaimana kita bisa berkontribusi terhadap membuat ketahanan kawasan dengan berbagai mekanisme yang ada, baik itu di ASEAN, tadi juga saya sampaikan selain ASEAN kita juga sama-sama menjadi anggota IORA (Asosiasi Negara-negara Pesisir Samudra Hindia) dan juga menjadi anggota PIF (Forum Kepulauan Pasifik). Jadi kita bertukar pikiran mengenai berbagai hal seperti itu,” kata Tata seusai pertemuan.

Maksimalkan Peran Forum Regional

Indonesia dan Australia membahas pemanfaatan berbagai forum regional untuk memperkuat stabilitas kawasan. Selain melalui ASEAN, kedua negara memiliki ruang kerja sama melalui Indian Ocean Rim Association (IORA) dan Pacific Islands Forum (PIF).

Keanggotaan dalam berbagai organisasi tersebut membuka peluang bagi Indonesia dan Australia untuk bertukar pandangan, memperkuat koordinasi, serta membangun pendekatan bersama terhadap persoalan yang melibatkan negara-negara di kawasan.

Tata juga menegaskan pentingnya reformasi kerja sama multilateral. Menurutnya, negara-negara perlu memperbaiki sistem yang berlaku agar mekanisme internasional dapat merespons kebutuhan dan tantangan yang terus berkembang.

“Tentu juga tadi saya sampaikan bahwa kita perlu juga berupaya sama-sama untuk mendorong reformasi di tingkat multilateral. Ini juga kita sepandangan bahwa sistem yang ada saat ini perlu kita perbaiki,” ujar dia.

Perkuat Komunikasi dan Kepercayaan Bilateral

Selain membahas isu regional, Tata dan Penny Wong meninjau peluang untuk memperluas kerja sama bilateral. Kedua negara ingin menjaga komunikasi yang selama ini terjalin, baik di tingkat kepala negara maupun menteri, sekaligus meningkatkan koordinasi pada tingkat teknis.

“Tadi kita membahas berbagai macam isu dari kerja sama bilateral, bagaimana kita bisa terus meningkatkan komunikasi tidak saja komunikasi yang sudah sangat baik pada level kepala negara dan tingkat menteri, namun juga pada tingkat teknis,” kata dia.

Tata menilai kepercayaan menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga hubungan Indonesia dan Australia. Ia menyebut pertemuan tersebut juga menunjukkan komitmen Australia untuk terus mempererat hubungan dengan Indonesia.

“Tadi pertemuan pertama yang ingin menunjukkan bahwa komitmen dari Australia untuk terus meningkatkan hubungannya dengan Indonesia. Untuk dan melihat bahwa Indonesia adalah negara yang sangat khusus buat Australia dan ada trust yang tinggi di antara dua kepala negara dan tentunya juga di tingkat para menteri. Itu yang tadi kita bahas,” katanya.

Australia Siap Mendengarkan Kebutuhan Indonesia

Dalam pertemuan itu, Australia juga menyatakan kesediaannya untuk mendengarkan persoalan yang dihadapi Indonesia, termasuk ketika pemerintah Indonesia membutuhkan bantuan.

Tata menyampaikan bahwa komunikasi terbuka dan kesediaan untuk saling mendukung menjadi bagian dari upaya kedua negara menjaga hubungan bilateral.

“Tadi ditekankan bahwa apa pun isu yang ada dihadapi oleh Indonesia dan perlu bantuan, kita juga, mereka akan siap untuk mendengar,” ujarnya.

(*)

Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif
Pojoknegeri
Redaksi Pojoknegeri

Tim redaksi Pojoknegeri menyajikan berita independen dan berimbang untuk Indonesia.

Lihat Semua Artikel
Bagikan berita ini: Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram