Diplomasi Mandek, Trump Buka Peluang Serangan Baru ke Iran

POJOKNEGERI.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali membuka kemungkinan melancarkan serangan militer terhadap Iran di tengah mandeknya upaya diplomatik untuk mengakhiri perang. Pernyataan tersebut...

00:00 / 04:32 1×
Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump Foto: Dok. Pojoknegeri
Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif

POJOKNEGERI.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali membuka kemungkinan melancarkan serangan militer terhadap Iran di tengah mandeknya upaya diplomatik untuk mengakhiri perang.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Washington masih mempertimbangkan opsi militer ketika pembicaraan dengan Teheran belum menunjukkan kemajuan.

Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif

Trump menyampaikan ancaman itu kepada wartawan di Gedung Putih pada Kamis (22/10).

Ia menegaskan bahwa militer Amerika Serikat telah melancarkan serangan besar terhadap Iran dan tidak menutup kemungkinan melanjutkan operasi tersebut.

“Kami telah menghantam mereka (Iran) habis-habisan, dan kami mungkin akan melancarkan serangan lebih lanjut,” ujarnya.

Pernyataan Trump muncul ketika proses negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran mengalami kebuntuan.

Trump bahkan menyebut bahwa saat ini tidak ada pembicaraan apa pun dengan Teheran untuk mencari jalan keluar dari konflik yang berlangsung sejak Februari lalu.

Negosiasi Mandek, Opsi Militer Tetap Terbuka

Kebuntuan diplomasi meningkatkan ketidakpastian mengenai arah konflik kedua negara. Trump belum menunjukkan tanda-tanda akan mengesampingkan penggunaan kekuatan militer, terutama karena pemerintahannya terus menjadikan pencegahan pengembangan senjata nuklir Iran sebagai alasan utama serangan.

Trump berulang kali membela keputusannya menyerang Iran. Ia menilai langkah tersebut diperlukan untuk mencegah Teheran mengembangkan dan memiliki senjata nuklir.

Namun, hingga kini, pernyataan Trump mengenai kemungkinan serangan lanjutan belum memastikan kapan atau dalam skala apa Amerika Serikat akan kembali menggunakan kekuatan militernya.

Trump Klaim Perang Mendapat Dukungan Pemilih

Selain menyinggung perkembangan konflik, Trump juga mengaitkan kebijakan militernya dengan dukungan publik menjelang pemilihan paruh waktu Amerika Serikat.

Dikutip Al Jazeera, ia mengklaim sebagian masyarakat mendukung keputusannya menghadapi Iran karena presiden-presiden sebelumnya dinilai tidak mengambil tindakan serupa.

“Di satu sisi, mereka menyukainya karena saya melakukan apa yang seharusnya sudah dilakukan oleh presiden-presiden sebelumnya,” kata Trump ketika ditanya mengenai dampak perang terhadap pilihan pemilih dalam pemilihan paruh waktu AS.

Meski demikian, Trump mengakui bahwa kebijakannya tidak mendapat dukungan penuh. Ia menyadari perang dapat menimbulkan konsekuensi yang memengaruhi pandangan sebagian masyarakat terhadap pemerintahannya.

“Di sisi lain, mungkin mereka tidak menyukainya. Ada harga yang harus dibayar, dan saya sudah menyadarinya sejak awal ketika mengambil keputusan itu. Namun, kita tidak bisa membiarkan Iran memiliki senjata nuklir,” ucap Trump.

Pernyataan tersebut menegaskan dua persoalan yang kini dihadapi Washington: mempertahankan tekanan terhadap Iran sekaligus menghadapi konsekuensi politik dan ekonomi dari perang. Di tengah negosiasi yang belum bergerak, kemungkinan serangan lanjutan tetap menjadi perhatian dalam perkembangan konflik kedua negara.

(*)

Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif
Pojoknegeri
Redaksi Pojoknegeri

Tim redaksi Pojoknegeri menyajikan berita independen dan berimbang untuk Indonesia.

Lihat Semua Artikel
Bagikan berita ini: Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram