Di Tengah Ancaman Karhutla, Pemkot Samarinda Siapkan Strategi Adaptif Hadapi Gangguan Pasokan Pangan

POJOKNEGERI.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, Kalimantan Timur, terus memperkuat langkah antisipasi untuk mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas harga bahan pokok di pasaran. Upaya ini...

00:00 / 04:32 1×
Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Kota Samarinda, Marnabas Patiroy
Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Kota Samarinda, Marnabas Patiroy Foto: Dok. Pojoknegeri
Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif

POJOKNEGERI.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, Kalimantan Timur, terus memperkuat langkah antisipasi untuk mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas harga bahan pokok di pasaran.

Upaya ini menjadi perhatian pemerintah daerah menyusul potensi gangguan pasokan pangan akibat musim kemarau dan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah.

Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif

Melalui penguatan kerja sama antar daerah, Pemkot Samarinda berupaya memastikan pasokan komoditas pangan tetap tersedia dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pemerintah juga mengoptimalkan peran Perumda Varia Niaga, Bulog, serta para distributor untuk menjaga kelancaran distribusi barang ke Kota Tepian.

Perluas Jaringan Pasokan Pangan

Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, menjelaskan bahwa penurunan volume barang yang masuk ke pasar menjadi salah satu pemicu kenaikan harga bahan pokok.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pemkot Samarinda memperluas jangkauan kerja sama dengan daerah penghasil pangan yang memiliki pasokan memadai.

“Kalau kerja sama antar daerah itu juga saat terjadi paceklik, maka kami akan ke tempat yang lain. Seperti misalnya Banjarmasin yang dekat, yang tadinya kan kita banyak Sulawesi dan Jawa,” kata Marnabas.

Menurutnya, perluasan jaringan pasokan tersebut penting untuk mengamankan ketersediaan komoditas yang rentan mengalami kenaikan harga, seperti cabai. Dengan mencari alternatif daerah pemasok, pemerintah berharap distribusi pangan tetap berjalan meskipun sejumlah wilayah menghadapi gangguan produksi maupun pengiriman.

Intervensi Pasar Kendalikan Harga

Selain menjaga ketersediaan barang, Pemkot Samarinda juga menyiapkan intervensi pasar untuk mengantisipasi praktik permainan harga oleh tengkulak. Melalui langkah ini, pemerintah berupaya menjual bahan pokok dengan harga yang sesuai dengan harga pembelian secara terukur, sehingga masyarakat tetap dapat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang wajar.

“Kita harus penyeimbang, deflasi jangan sampai terjadi, inflasi juga imbang sehingga pertumbuhan ekonomi kita bisa naik terus gitu loh. Pertumbuhan ekonomi kita kan luar biasa Samarinda ini,” ujarnya.

Petakan Daerah Pemasok Alternatif

Marnabas mengakui, karhutla di wilayah sekitar, termasuk daerah pemasok dari kawasan Banjarmasin dan sekitarnya, berpotensi mengurangi jumlah komoditas yang masuk ke Samarinda.

“Iya, jelas berpengaruh, makanya kan kan tadinya misalnya nih kita ngambil 1 ton atau 10 ton, ya pasti berkurang,” terangnya.

Karena itu, Pemkot Samarinda menginstruksikan Bagian Kerja Sama, PT Varia Niaga, dan Bulog untuk lebih aktif memetakan daerah penghasil pangan alternatif yang aman dari dampak karhutla.

Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga kelancaran pasokan sekaligus mendukung stabilitas harga di pasaran. Marnabas memastikan kondisi ketersediaan bahan pokok di Samarinda saat ini masih terkendali.

“Alhamdulillah sekarang masih kondusif,” pungkasnya.

(*)

Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif
Pojoknegeri
Redaksi Pojoknegeri

Tim redaksi Pojoknegeri menyajikan berita independen dan berimbang untuk Indonesia.

Lihat Semua Artikel
Bagikan berita ini: Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram