Waspada Banjir Kota Padang Rendam Puluhan Rumah Warga

PADANG — Peristiwa bencana banjir Kota Padang kembali melanda wilayah Sumatera Barat setelah hujan dengan intensitas yang sangat tinggi mengguyur sejak Sabtu (10/10/2026). Bencana hidrometeorologi...

00:00 / 04:32 1×
Banjir Kota Padang - Tim gabungan BPBD melakukan evakuasi warga saat banjir Kota Padang merendam kawasan Kampung Guo dan Lubuk Minturun pada Sabtu (10/10/2026).
Tim gabungan BPBD melakukan evakuasi warga saat banjir Kota Padang merendam kawasan Kampung Guo dan Lubuk Minturun pada Sabtu (10/10/2026). (Foto: news.okezone.com) Foto: Dok. Pojoknegeri
Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif

PADANG — Peristiwa bencana banjir Kota Padang kembali melanda wilayah Sumatera Barat setelah hujan dengan intensitas yang sangat tinggi mengguyur sejak Sabtu (10/10/2026). Bencana hidrometeorologi ini menyebabkan debit air sungai meluap secara tiba-tiba sehingga merendam puluhan pemukiman warga di berbagai titik strategis.

Kondisi cuaca ekstrem yang berlangsung sejak siang hari mengakibatkan sistem drainase tidak mampu menampung volume air. Sementara itu, laporan dari lapangan menunjukkan bahwa ketinggian air di beberapa lokasi pemukiman telah mencapai pinggang orang dewasa.

Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif

Selain itu, akses transportasi di jalur utama juga sempat terhambat karena genangan air yang cukup tinggi. Oleh karena itu, warga diminta untuk tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air susulan jika hujan tidak kunjung reda.

Dampak Banjir Kota Padang di Sejumlah Titik

Wilayah Kampung Guo dan Lubuk Minturun tercatat sebagai kawasan yang paling parah terdampak oleh bencana ini. Berdasarkan data sementara, terdapat beberapa poin penting terkait dampak kerugian yang dialami masyarakat setempat:

  • Puluhan rumah warga di Kampung Guo terendam air hingga ketinggian 1 meter.
  • Akses jalan menuju Lubuk Minturun tertutup material lumpur dan genangan air.
  • Sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat milik warga terjebak banjir.
  • Beberapa fasilitas umum mengalami kerusakan ringan akibat terjangan arus air.

Meskipun air mulai menggenangi rumah sejak sore, namun sebagian besar warga sempat menyelamatkan barang-barang berharga mereka ke tempat yang lebih tinggi. Bahkan, warga secara swadaya saling membantu untuk memastikan anak-anak dan lansia berada di posisi yang aman.

Namun demikian, kerugian materiil diprediksi akan terus bertambah seiring dengan luasnya cakupan wilayah yang terdampak. Akibatnya, banyak warga yang kini mulai mengungsi ke rumah kerabat atau posko darurat yang disediakan pemerintah daerah.

Proses Evakuasi dan Penanganan Darurat

Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang bergerak cepat melakukan evakuasi menggunakan perahu karet. Selanjutnya, tim penyelamat gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, dan relawan juga turut dikerahkan ke lokasi banjir Kota Padang guna memberikan bantuan logistik.

Hingga Sabtu malam, proses evakuasi masih terus berlangsung karena masih ada beberapa warga yang terjebak di dalam rumah mereka. Selain itu, tim medis juga telah disiagakan di posko pengungsian untuk memberikan pertolongan pertama bagi warga yang mengalami gangguan kesehatan.

Oleh karena itu, koordinasi antar instansi terus diperkuat agar penanganan darurat dapat berjalan lebih efektif dan efisien. Karena keselamatan warga adalah prioritas utama, petugas mengimbau masyarakat untuk segera meninggalkan lokasi jika debit air terus merangkak naik.

Selain itu, pihak BMKG juga memperingatkan bahwa potensi hujan lebat masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Oleh karena itu, langkah mitigasi yang cepat sangat diperlukan agar dampak banjir Kota Padang di masa mendatang dapat diminimalisir secara maksimal.

Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif
Pojoknegeri
Redaksi Pojoknegeri

Tim redaksi Pojoknegeri menyajikan berita independen dan berimbang untuk Indonesia.

Lihat Semua Artikel
Bagikan berita ini: Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram