Andi Harun Dorong Kader PMII Masuk Ruang Kebijakan Tanpa Kehilangan Idealisme

POJOKNEGERI.COM – Wali Kota Samarinda Andi Harun mendorong kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) untuk memperjuangkan perubahan, baik melalui gerakan mahasiswa di jalanan maupun keterlibatan langsung...

00:00 / 04:32 1×
Wali Kota Samarinda Andi Harun/Foto: Pemkot Samarinda Foto: Dok. Pojoknegeri
Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif

POJOKNEGERI.COM – Wali Kota Samarinda Andi Harun mendorong kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) untuk memperjuangkan perubahan, baik melalui gerakan mahasiswa di jalanan maupun keterlibatan langsung dalam ruang pengambilan kebijakan.

Ia menegaskan, kader mahasiswa harus tetap kritis terhadap kekuasaan meski kelak menduduki posisi strategis di pemerintahan.

Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif

Pesan tersebut ia sampaikan saat menghadiri pelantikan dan pengukuhan Pengurus Cabang (PC) PMII Samarinda yang diketuai Zukhrizal Irbhani serta Pengurus Cabang Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri PMII) Samarinda yang diketuai Nur Amalia Putri untuk masa khidmat 2026–2027 di Teras Samarinda, Sabtu (17/10/2026) malam.

Mengusung tema “Menegakkan Keteladanan, Menggerakkan Perubahan”, kegiatan itu menjadi momentum bagi pengurus baru untuk memperkuat komitmen organisasi dalam membangun tradisi intelektual, menjaga integritas, dan mengabdi kepada masyarakat.

Andi Harun menegaskan, kedekatan pemerintah dengan organisasi mahasiswa tidak boleh menghilangkan independensi gerakan.

Ia justru mempersilakan PMII mengkritik kebijakan pemerintah, termasuk melalui demonstrasi, apabila kader menemukan keputusan yang tidak tepat.

“Demo Wali Kota jika ada kebijakan yang salah dan keliru, tapi jangan pernah menutup diri untuk berdialog,” tegasnya.

Ia mengajak kader PMII menyampaikan kritik dengan argumentasi yang kuat serta membuka ruang diskusi bersama pemerintah.

Menurutnya, dialog dapat membantu berbagai pihak menguji kebijakan secara objektif dan memastikan keputusan pemerintah mempertimbangkan kepentingan masyarakat.

Ia juga mengingatkan bahwa organisasi mahasiswa harus menjaga jarak kritis dari kepentingan kekuasaan.

Dengan begitu, PMII dapat menjalankan peran sebagai kekuatan moral dan intelektual yang mengawasi jalannya pemerintahan.

Perkuat Integritas, Intelektualitas, dan Kepemimpinan

Dalam sambutannya, Andi Harun mengaitkan tema pelantikan dengan pemikiran Ibnu Khaldun dalam kitab Muqaddimah, terutama tentang manusia sebagai makhluk sosial.

Ia menilai solidaritas dan kerja bersama menjadi modal penting untuk mendorong perubahan dan membangun peradaban.

Ia kemudian menekankan tiga kekuatan yang perlu dikembangkan kader PMII, yakni integritas moral, kekuatan intelektual, dan kepemimpinan transformatif.

Menurutnya, integritas moral membantu mahasiswa mempertahankan idealisme ketika berhadapan dengan kepentingan kekuasaan.

Sementara itu, kader perlu mengembangkan kemampuan intelektual melalui kebiasaan membaca, berdiskusi, menulis, dan menyampaikan pendapat secara sehat.

Ia juga meminta kader menunjukkan kepemimpinan melalui tindakan nyata, bukan sekadar jabatan atau gelar organisasi.

Keteladanan harus tercermin dalam sikap, keputusan, dan konsistensi memperjuangkan nilai-nilai keadilan.

Ajak Kader Berperan dari Dalam Sistem

Andi Harun mendorong kader PMII memperluas pengabdian dengan mengambil peran di lembaga politik dan pemerintahan.

Menurutnya, keterlibatan tersebut membuka peluang bagi mahasiswa untuk memperjuangkan perubahan secara langsung melalui kebijakan publik.

“Tidak cukup perubahan itu dilakukan di jalanan. Kalau suatu hari Sahabat Sa’i dengan semua dinamika pergerakannya sudah cukup, saatnya kita dukung masuk untuk menjadi pelaku sejarah dari dalam gedung,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengingatkan kader agar tidak meninggalkan idealisme ketika memasuki ruang kekuasaan.

Ia menilai gerakan kritis dari luar pemerintahan dan perjuangan dari dalam sistem harus berjalan beriringan untuk menjaga akuntabilitas serta mencegah kekuasaan menutup diri terhadap koreksi.

Amanah Baru bagi Pengurus PMII dan Kopri

Andi Harun meminta pengurus yang baru dilantik menjadikan pergantian kepemimpinan sebagai momentum memperbarui komitmen organisasi.

Ia menekankan pentingnya kaderisasi, tradisi intelektual, dan pengabdian sebagai sarana mewariskan nilai perjuangan kepada generasi berikutnya.

“Pergantian pengurus pada malam hari ini bukanlah sekadar rotasi kepemimpinan, tapi pembaharuan tanggung jawab,” pesannya.

Melalui kepengurusan masa khidmat 2026–2027, ia berharap PMII dan Kopri PMII Samarinda terus berkontribusi bagi masyarakat melalui gagasan, keteladanan, serta keberanian mengoreksi kebijakan.

Pelantikan tersebut sekaligus menandai dimulainya tanggung jawab baru bagi Zukhrizal Irbhani, Nur Amalia Putri, dan seluruh jajaran pengurus untuk menerjemahkan tema organisasi ke dalam program kerja dan pengabdian nyata. (*)

Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif
Kata Kunci: Andi Harun PMII
Pojoknegeri
Redaksi Pojoknegeri

Tim redaksi Pojoknegeri menyajikan berita independen dan berimbang untuk Indonesia.

Lihat Semua Artikel
Bagikan berita ini: Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram