Permainan Tradisional Lolorian Garut Pengganti Gawai

GARUT — Sebuah kearifan lokal bernama Permainan Tradisional Lolorian kini menjadi sorotan utama di Kampung Ciherang, Kabupaten Garut. Permainan unik ini terbukti efektif dalam mengalihkan...

00:00 / 04:32 1×
Permainan Tradisional Lolorian - Anak-anak di Kampung Ciherang, Garut, saat menikmati keseruan seluncuran Permainan Tradisional Lolorian yang menggunakan pelepah pohon aren di lintasan perbukitan sepanjang 200 meter.
Anak-anak di Kampung Ciherang, Garut, saat menikmati keseruan seluncuran Permainan Tradisional Lolorian yang menggunakan pelepah pohon aren di lintasan perbukitan sepanjang 200 meter. (Foto: bbc.com) Foto: Dok. Pojoknegeri
Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif

GARUT — Sebuah kearifan lokal bernama Permainan Tradisional Lolorian kini menjadi sorotan utama di Kampung Ciherang, Kabupaten Garut. Permainan unik ini terbukti efektif dalam mengalihkan perhatian anak-anak dari ketergantungan layar gawai yang kian mengkhawatirkan. Selain memberikan kegembiraan, kegiatan ini juga menghidupkan kembali semangat gotong royong di kalangan masyarakat pedesaan.

Permainan Tradisional Lolorian merupakan aktivitas fisik yang menyerupai cara kerja wahana roller coaster modern. Namun, alih-alih menggunakan mesin dan besi, warga memanfaatkan bahan alami berupa pelepah pohon aren. Pelepah tersebut dirangkai menjadi lintasan panjang yang memanfaatkan kontur tanah pegunungan yang curam.

Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif

Kampung Ciherang di Garut memang memiliki karakteristik topografi dataran tinggi yang sangat berbukit. Oleh karena itu, wilayah ini sangat cocok untuk dijadikan lokasi seluncuran alami bagi anak-anak sekitar. Para warga setempat sengaja merancang rel sepanjang 200 meter agar memberikan daya luncur yang maksimal dan memacu adrenalin.

Keunikan dan Mekanisme Permainan Tradisional Lolorian

Proses pembuatan lintasan ini dilakukan secara swadaya oleh masyarakat dengan menggunakan material yang tersedia di alam. Selain itu, pemilihan pelepah pohon aren dilakukan karena teksturnya yang licin saat bergesekan dengan tanah. Hal ini membuat kecepatan luncuran tetap terjaga meskipun tanpa bantuan pelumas tambahan.

Berikut adalah beberapa fakta menarik mengenai permainan unik di Garut ini:

  • Memanfaatkan pelepah pohon aren sebagai bahan utama rel dan alat seluncur.
  • Memiliki panjang lintasan mencapai 200 meter di area perbukitan.
  • Mengandalkan gravitasi alami karena posisi lintasan yang dibuat menurun tajam.
  • Menjadi sarana sosialisasi bagi anak-anak untuk bermain secara berkelompok.

Sementara itu, anak-anak yang bermain tampak sangat antusias mengantre untuk merasakan sensasi meluncur di atas pelepah aren. Mereka tidak lagi sibuk mencari sinyal internet atau menatap layar ponsel sepanjang hari. Fenomena ini kemudian memicu minat orang tua untuk terus melestarikan permainan tersebut sebagai bentuk detoks digital.

Dampak Positif Bagi Tumbuh Kembang Anak

Meskipun terlihat sederhana, Permainan Tradisional Lolorian memberikan dampak kesehatan fisik yang signifikan bagi anak-anak. Hal ini dikarenakan mereka harus berjalan mendaki bukit kembali setelah mencapai garis finis di bawah. Aktivitas ini secara tidak langsung melatih kekuatan otot kaki dan koordinasi tubuh mereka sejak dini.

Selain faktor kesehatan, aspek keamanan tetap menjadi prioritas utama bagi para orang tua di Kampung Ciherang. Pengawasan dilakukan secara ketat agar setiap anak yang meluncur tetap berada dalam jalur yang aman. Dengan demikian, keceriaan bermain tetap terjaga tanpa mengabaikan faktor keselamatan bagi para peserta.

Oleh sebab itu, banyak pihak berharap agar tradisi ini dapat dikembangkan menjadi salah satu daya tarik wisata budaya di Garut. Hal tersebut bukan hanya untuk hiburan semata, melainkan juga untuk menjaga warisan nenek moyang agar tidak punah ditelan zaman digital. Keberhasilan Permainan Tradisional Lolorian menjadi bukti bahwa kebahagiaan sejati anak-anak tidak selalu bersumber dari teknologi canggih.

Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif
Pojoknegeri
Redaksi Pojoknegeri

Tim redaksi Pojoknegeri menyajikan berita independen dan berimbang untuk Indonesia.

Lihat Semua Artikel
Bagikan berita ini: Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram