Trump Bicara Serangan ke Iran, Tapi Tak Akan Gunakan Senjata Nuklir

POJOKNEGERI.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menyoroti kemungkinan serangan militer terhadap Iran, khususnya kawasan yang diyakini menyimpan komponen penting program nuklir Teheran. Meski...

00:00 / 04:32 1×
Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump Foto: Dok. Pojoknegeri
Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif

POJOKNEGERI.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menyoroti kemungkinan serangan militer terhadap Iran, khususnya kawasan yang diyakini menyimpan komponen penting program nuklir Teheran.

Meski membuka peluang penggunaan bom konvensional berkekuatan besar, Trump menegaskan bahwa Washington tidak akan menggunakan senjata nuklir untuk menghadapi Iran.

Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif

Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam wawancara dengan Newsmax pada Kamis (15/10).

Ia merespons pertanyaan mengenai laporan yang menyebut Amerika Serikat mempertimbangkan serangan lanjutan terhadap Iran menggunakan bom GBU-43/B Massive Ordnance Air Blast (MOAB).

Trump Tegaskan AS Tak Butuh Senjata Nuklir

Dalam wawancara itu, Trump secara tegas menepis kemungkinan penggunaan senjata nuklir dalam operasi militer terhadap Iran. Ia menilai Amerika Serikat tidak memerlukan senjata pemusnah massal tersebut untuk mencapai tujuan militernya.

“Tidak, saya tidak akan menggunakan senjata nuklir. Kita tidak perlu melakukannya,” ucap Trump, seperti dikutip Anadolu Agency.

Pernyataan ini muncul di tengah pembahasan mengenai opsi serangan yang mungkin dipilih Washington untuk menargetkan fasilitas atau lokasi yang diduga berkaitan dengan program nuklir Iran.

Trump juga menjelaskan perbedaan antara senjata nuklir dan MOAB yang belakangan disebut dalam laporan mengenai kemungkinan operasi militer tersebut.

“Mother of All Bombs bukan bom nuklir. Ini hanyalah bom yang sangat besar,” ucapnya.

MOAB Jadi Opsi Serangan terhadap Iran

MOAB merupakan julukan bagi GBU-43/B Massive Ordnance Air Blast, bom konvensional yang dikenal sebagai salah satu bom non-nuklir terbesar dalam persenjataan Amerika Serikat.

Daya ledaknya memungkinkan bom tersebut menghancurkan berbagai objek di permukaan tanah dalam area yang luas. Meski demikian, MOAB tidak menghasilkan ledakan nuklir dan memiliki mekanisme penghancuran yang berbeda dari senjata atom.

Laporan mengenai kemungkinan penggunaan MOAB menunjukkan bahwa opsi serangan konvensional masih menjadi bagian dari pertimbangan militer Amerika Serikat terhadap Iran.

Trump Soroti Gunung Pickaxe

Selain membahas MOAB, Trump kembali mengangkat rencana untuk menyerang Gunung Pickaxe. Ia meyakini kawasan tersebut menyimpan komponen yang berkaitan dengan program nuklir Iran.

Seorang pejabat Amerika Serikat sebelumnya mengatakan kepada CNN bahwa Gunung Pickaxe masuk dalam daftar lokasi yang berpotensi menjadi sasaran MOAB apabila Trump memberikan persetujuan.

Trump pun mengisyaratkan bahwa pemerintahannya masih mempertimbangkan kemungkinan operasi militer di kawasan tersebut.

“Sekarang, kami sedang mempertimbangkan Gunung Pickaxe. Kami mungkin harus ke sana,” kata Trump.

Ia juga menegaskan keinginannya untuk menuntaskan persoalan tersebut dalam waktu singkat.

“Kami akan coba. Kami akan menyelesaikannya dengan cepat,” pungkasnya.

(*)

Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif
Pojoknegeri
Redaksi Pojoknegeri

Tim redaksi Pojoknegeri menyajikan berita independen dan berimbang untuk Indonesia.

Lihat Semua Artikel
Bagikan berita ini: Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram