Internasional

Trump Umumkan Penarikan Pasukan AS dari Irak

POJOKNEGERI.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan penarikan pasukan terakhir negaranya dari Irak.

Trump menyebut langkah tersebut sebagai penanda berakhirnya salah satu babak panjang keterlibatan militer AS di Irak sekaligus kemenangan dalam perang melawan kelompok militan ISIS.

Trump menyampaikan pengumuman tersebut melalui akun X resmi Gedung Putih @WhiteHouse, Kamis (1/10/2026).

“Hari ini, dengan bangga saya umumkan bahwa pasukan Amerika terakhir sedang meninggalkan Irak!” kata Trump.

Penarikan tersebut menandai berakhirnya Operation Inherent Resolve di Irak. Operasi itu menjadi bagian dari upaya koalisi internasional untuk memerangi ISIS setelah kelompok tersebut menguasai wilayah luas di Irak dan Suriah pada 2014.

Trump Sebut AS Akhirnya Pulang

Trump menggambarkan keputusan meninggalkan Irak sebagai akhir dari keterlibatan militer yang menurutnya telah berlangsung terlalu lama.

Ia menilai sejumlah keputusan pemerintahan sebelumnya membuat AS terjebak dalam situasi yang rumit.

Menurut Trump, berbagai persoalan tersebut tidak lama lagi hanya akan menjadi bagian dari sejarah.

“Ini adalah hari yang luar biasa bagi Amerika dan, yang terpenting, kita meninggalkan Irak dengan Perdana Menteri baru yang hebat, Ali al-Zaidi-sosok yang saya dukung sejak awal dan saya restui sepenuhnya. Ia memenangkan pemilihan umum yang awalnya tidak diprediksi akan dimenangkannya, dan ia menang dengan keunggulan mutlak!” kata Trump.

Trump juga memberikan pujian kepada pemerintahan Irak yang baru. Ia berharap kepemimpinan Perdana Menteri Ali al-Zaidi mampu menjaga stabilitas negara setelah pasukan AS meninggalkan Irak.

Dari Invasi 2003 hingga Perang Melawan ISIS

Keterlibatan militer AS di Irak memiliki sejarah panjang. AS melancarkan invasi ke Irak pada 2003 ketika George W. Bush menjabat sebagai presiden.

Washington kemudian menarik seluruh pasukannya dari Irak pada 2011. Namun, AS kembali mengerahkan pasukan pada 2014 setelah ISIS berkembang pesat dan menguasai sejumlah wilayah penting di Irak serta Suriah.

Pengerahan kembali tersebut menjadi bagian dari Operation Inherent Resolve. Koalisi internasional kemudian membantu pasukan Irak merebut kembali wilayah yang dikuasai ISIS.

Kini, pemerintahan Trump mengakhiri misi tersebut di Irak pada 2026.

“Hari ini adalah kemenangan bagi Amerika Serikat, kemenangan bagi Irak, dan kemenangan telak atas ISIS-yang telah dihancurkan sepenuhnya oleh Pemerintahan Trump pada masa jabatan pertamanya-bersama dengan pihak-pihak berbahaya dan buruk lainnya,” tuturnya.

Penarikan dari Erbil Jadi Penanda Akhir Operasi

Pasukan dan peralatan koalisi meninggalkan Pangkalan Udara Er mengatakan dirinya menghadapi pilihan antara mempertahankan keberadaan pasukan atau membawa mereka pulang. Ia memilih opsi keduabil dalam proses penarikan yang disebut berlangsung secara tertib.

Trump membandingkan proses tersebut dengan penarikan pasukan AS dari Afghanistan. Ia menyoroti banyaknya peralatan dan aset militer yang tertinggal dalam penarikan dari Afghanistan, serta jatuhnya 13 prajurit AS.

Berbeda dengan Afghanistan, Trump mengeklaim penarikan dari Irak berlangsung secara terorganisasi.

“Saya menetapkan misi yang jelas, memberikan sarana kepada para komandan untuk menyelesaikannya, dan menolak membiarkan kehadiran sementara berubah menjadi kehadiran permanen,” ungkapnya.

AS Mengubah Bentuk Keterlibatan

Berakhirnya operasi militer AS di Irak tidak serta-merta berarti Washington memutus seluruh hubungan keamanan dengan Baghdad. AS masih memiliki kepentingan strategis di kawasan dan hubungan pertahanan dengan Irak dapat berlanjut melalui kerja sama bilateral.

Trump mengatakan dirinya menghadapi pilihan antara mempertahankan keberadaan pasukan atau membawa mereka pulang. Ia memilih opsi kedua karena menilai misi utama AS telah selesai.

“Saya dihadapkan pada pilihan untuk tetap tinggal atau pergi, dan saya merasa yakin sepenuhnya bahwa sudah saatnya Amerika pulang! Perdana Menteri al-Zaidi adalah sosok yang luar biasa, dan diharapkan ia mampu menangani berbagai hal dengan sangat baik. Kita datang untuk memerangi kekhalifahan. Tidak ada lagi kekhalifahan. Kita akan pulang!” sambungnya.

(*)

Back to top button