Teknologi
Sedang tren

AI Bisa Jadi Senjata Berbahaya, Bill Gates Desak Pemerintah AS Bertindak

POJOKNEGERI.com – Pendiri Microsoft Bill Gates kembali mengingatkan dunia tentang risiko perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang berlangsung semakin cepat.

Menurut Gates, ancaman terbesar bukan semata-mata terletak pada kemampuan AI, melainkan pada kemungkinan teknologi tersebut jatuh ke tangan orang yang berniat jahat.

Gates bahkan memperingatkan bahwa kombinasi antara AI canggih dan pihak yang menyalahgunakannya dapat memicu rangkaian peristiwa dengan dampak yang sangat besar terhadap umat manusia.

“Belum pernah ada senjata yang sekuat gabungan antara orang yang berniat jahat dengan alat AI terbaru,” ujar Gates dalam wawancara bersama NBC, dikutip The Guardian, Senin (28/9).

Gates Minta Pemerintah Turun Tangan

Gates menilai pemerintah Amerika Serikat (AS) tidak bisa menyerahkan pengawasan AI sepenuhnya kepada perusahaan teknologi.

Ia mendorong regulator untuk membuat aturan yang secara khusus mengatur pengembangan dan penggunaan teknologi tersebut.

Menurut Gates, perusahaan memang dapat menerapkan standar keamanan secara mandiri. Namun, langkah tersebut belum cukup untuk memastikan seluruh pengembang mengikuti standar yang sama.

“Anda membutuhkan penegak hukum dan politisi untuk ikut serta dalam diskusi tentang seperti apa bentuk pengamanan dan pengawasan, dan itu harus menjadi pernyataan wajib,” kata Gates.

Ia menyadari penerapan regulasi akan membuat perusahaan teknologi menghadapi tambahan biaya dan kewajiban administratif. Perusahaan juga harus memenuhi standar keamanan yang ditetapkan pemerintah.

Meski demikian, Gates menilai regulasi tidak akan menghentikan inovasi AI. Ia justru melihat aturan sebagai bagian dari upaya memastikan perkembangan teknologi tetap berjalan dengan pengawasan yang memadai.

“Ini (regulasi) mungkin akan sedikit menambah beban biaya operasional bagi industri, tapi tidak akan sampai memperlambat laju pekerjaan mereka secara drastis,” imbuh Gates.

Kill Switch Bukan Solusi Tunggal

Perdebatan mengenai keamanan AI juga memunculkan gagasan tentang pembuatan tombol darurat atau “kill switch”. Tombol tersebut diharapkan dapat mematikan sistem AI apabila teknologi dianggap menimbulkan ancaman serius.

Namun, Gates tidak menganggap mekanisme tersebut cukup untuk menghadapi seluruh risiko AI. Menurutnya, persoalan keamanan teknologi tidak sesederhana menyediakan satu tombol untuk menghentikan sistem.

“Punya tombol darurat saja tidak cukup. Kita belum sampai di titik di mana, AI secara mandiri mengambil alih komputer dan tidak bisa dimatikan. Jadi, orang-orang yang meributkan soal itu, malah menunjukkan betapa tidak pahamnya mereka soal hal-hal teknis,” jelasnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Gates membedakan antara risiko AI yang realistis saat ini dan skenario ekstrem mengenai AI yang sepenuhnya mengambil alih sistem komputer tanpa kendali manusia.

(*)

Back to top button