Internasional
Sedang tren

AS Gempur Fasilitas IRGC, Trump Peringatkan Iran Tak Membalas

POJOKNEGERI.com – Ketegangan Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meningkat setelah militer AS melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah fasilitas militer Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di sekitar Selat Hormuz.

Presiden AS Donald Trump memperingatkan Teheran agar tidak membalas serangan tersebut karena Washington menyiapkan respons yang jauh lebih besar.

Komando Pusat AS atau CENTCOM yang mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah menyatakan pasukannya telah menyelesaikan gelombang serangan terbaru terhadap sejumlah target militer Iran pada Selasa (1/9) waktu setempat.

CENTCOM menyebut serangan tersebut menyasar berbagai fasilitas yang dinilai berkaitan dengan kemampuan militer IRGC.

“Pasukan AS menyerang target-target Korps Garda Revolusi Islam (Iran), termasuk lokasi pertahanan udara, sistem radar, aset dan fasilitas maritim, kemampuan penebaran ranjau, dan lokasi komunikasi,” kata CENTCOM dalam pernyataan via media sosial X pada Rabu (2/9).

Menurut CENTCOM, serangan itu merupakan respons terhadap aktivitas IRGC yang dianggap mengancam kapal komersial dan personel militer AS di kawasan Timur Tengah.

“Serangan-serangan ini merupakan respons terhadap upaya serangan baru-baru ini oleh IRGC terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz, dan terhadap para personel militer Amerika yang dikerahkan ke kawasan tersebut,” sebut pernyataan CENTCOM.

Ledakan Terdengar di Pulau Qeshm

Serangan AS tersebut dilaporkan terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Selat Hormuz. Televisi pemerintah Iran melaporkan sejumlah ledakan terdengar di sekitar Pulau Qeshm dan wilayah yang berdekatan dengan jalur strategis tersebut.

Menurut televisi pemerintah Teheran, lebih dari lima ledakan terdengar di dekat Desa Mesen yang berada di Pulau Qeshm. Sementara itu, empat ledakan lainnya terdengar dari arah Selat Hormuz.

Laporan tersebut muncul setelah Washington menuduh Iran berusaha mengganggu pelayaran di Selat Hormuz dengan menebarkan ranjau laut. AS memandang aktivitas tersebut sebagai ancaman terhadap kapal-kapal yang melintasi salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia.

Trump kemudian mengonfirmasi serangan tersebut melalui akun media sosial Truth Social. Dia menyebut operasi militer AS sebagai serangan “besar dan dahsyat” yang dilancarkan di dekat Selat Hormuz.

Menurut Trump, militer AS menyerang sebagai respons terhadap apa yang disebutnya sebagai “upaya gagal Iran” untuk menebar ranjau laut di Selat Hormuz.

Trump Ancam Serangan Lebih Besar

Trump juga menyinggung serangan rudal Iran terhadap pangkalan militer di Yordania. Dia mengatakan seluruh rudal tersebut berhasil dicegat.

“semuanya berhasil ditembak jatuh,” ujar Trump.

Presiden AS itu kemudian memberikan peringatan keras kepada Teheran. Dia mengatakan Iran akan menghadapi serangan yang jauh lebih kuat apabila memilih membalas operasi militer AS.

“Jika negara Iran yang gagal itu membalas serangan yang sangat beralasan ini, maka mereka akan diserang kembali dengan kekuatan yang jauh lebih besar dan dahsyat,” tegas Trump.

Trump bahkan mengklaim AS telah menyiapkan serangan dengan skala lebih besar. Menurut dia, serangan tersebut sudah “siap sedia” dan dapat membuat Iran “hampir musnah”.

Dalam wawancara terpisah dengan Fox News, Trump kembali menegaskan ancamannya terhadap Teheran. Dia mengatakan AS akan meningkatkan kekuatan serangan apabila Iran kembali melakukan aksi militer.

“Jika ada serangan ketiga, mereka akan benar-benar musnah sebagai sebuah negara,” tegas Trump mengancam Iran.

(*)

Back to top button