Internasional
Sedang tren

AS Panggil Dubes Malaysia, Minta Klarifikasi Kebijakan Tolak Israel

POJOKNEGERI.com – Pemerintah Amerika Serikat memanggil Duta Besar Malaysia untuk AS, Shahrul Ikram Yaakob, guna meminta klarifikasi terkait kebijakan Malaysia yang tetap tidak mengakui Israel serta insiden pengusiran seorang warga berkewarganegaraan ganda Amerika Serikat dan Israel.

Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan mengatakan Shahrul Ikram memenuhi panggilan Kementerian Luar Negeri AS dan menjelaskan bahwa kebijakan Putrajaya terhadap Israel tidak berubah.

Ia mengatakan mengatakan bahwa Shahrul Ikram kemudian menjelaskan kepada Kemlu AS tentang kebijakan lama Malaysia yang sudah mapan dan tak akan diubah.

‘Ini selalu menjadi kebijakan Malaysia. Kami tidak mengakui negara Israel atau rezim Zionis. Ini sudah lama menjadi posisi kami,’ tutur Mohamad Hasan seperti dikutip dari Bernama.

Hasan juga menjelaskan insiden yang melibatkan seorang warga negara Amerika Serikat yang diketahui memiliki kewarganegaraan ganda dengan Israel.

“Ada individu dengan kewarganegaraan ganda, AS dan Israel, yang masuk Malaysia menggunakan paspor AS. Pemeriksaan selanjutnya mengungkapkan bahwa ia juga memiliki kewarganegaraan Israel dan kami memintanya untuk pergi,” katanya lagi.

Malaysia Tegaskan Akan Deportasi Warga Israel

Sebelumnya, Pemerintah Malaysia menegaskan sikap tegas terhadap keberadaan warga negara Israel di wilayahnya.

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyatakan pemerintah tidak akan memberikan toleransi kepada warga Israel yang terbukti memasuki negara tersebut.

Ia memastikan otoritas akan segera mendeportasi mereka karena Malaysia tetap berpegang pada kebijakan yang tidak mengakui Israel sebagai sebuah negara.

Pernyataan itu disampaikan Anwar saat menjawab pertanyaan wartawan pada Rabu (15/7).

Ia menjelaskan bahwa pemerintah saat ini masih melakukan penyelidikan terkait dugaan adanya warga negara Israel yang memasuki Malaysia menggunakan dokumen kewarganegaraan ganda atau paspor dari negara lain.

Penyelidikan Masih Berlangsung

Anwar mengatakan seluruh lembaga terkait telah bergerak untuk menelusuri informasi tersebut.

Pemerintah ingin memastikan kebenaran laporan yang menyebutkan adanya warga Israel yang terdeteksi berada di negara bagian Johor.

“Kami sedang menyelidiki. Kami tidak mengizinkannya. Jika ada, tentu saja ada tindakan yang harus diambil. Apabila ada warga negara Israel, mereka akan segera diusir (dari Malaysia) karena kami tidak mengakui (negara) mereka,” kata Anwar.

Menurut Anwar, aparat penegak hukum bersama kementerian terkait kini bekerja mengumpulkan fakta mengenai dugaan tersebut. Pemerintah juga akan menyampaikan hasil penyelidikan kepada publik setelah proses pemeriksaan selesai.

Diduga Masuk Menggunakan Paspor Negara Lain

Kasus ini mencuat setelah muncul dugaan bahwa sejumlah warga negara Israel berhasil memasuki Malaysia dengan menggunakan kewarganegaraan kedua atau paspor dari negara lain. Dugaan tersebut mengarah pada aktivitas yang berlangsung di kawasan Forest City, Johor.

Anwar menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan persoalan tersebut tanpa tindakan. Ia memastikan seluruh instansi yang berwenang telah melakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk mengetahui apakah benar terdapat pelanggaran terhadap aturan imigrasi Malaysia.

“Semua lembaga telah melakukan penyelidikan. Saya yakin Menteri Pendidikan Tinggi Datuk Seri Dr Zambry Abdul Kadir akan memberikan jawaban,” katanya.

(*)

Back to top button