
POJOKNEGERI.com – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump kembali melontarkan pernyataan keras terhadap Iran terkait program nuklir negara tersebut.
Trump menegaskan bahwa Washington pada akhirnya akan menguasai cadangan uranium yang diperkaya milik Teheran.
Trump menyampaikan pernyataan itu saat berbicara kepada wartawan di Gedung Putih. Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa pemerintahannya tidak akan membiarkan Iran mempertahankan material nuklir yang dinilai berbahaya bagi keamanan global.
“Kita akan mendapatkan uranium yang sangat diperkaya; kita akan mendapatkannya,” tegas Trump seperti dilansir Al Arabiya dan Anadolu Agency, Jumat (22/5/2026).
Trump bahkan menyebut kemungkinan menghancurkan uranium tersebut setelah berhasil menguasainya. Menurut dia, langkah itu perlu dilakukan agar Iran tidak memiliki peluang mengembangkan senjata nuklir.
“Kita akan mendapatkannya. Kita tidak membutuhkannya, kita tidak menginginkannya. Mungkin akan menghancurkannya setelah mendapatkannya, tetapi kita tidak akan membiarkan mereka memilikinya,” ucap Presiden AS tersebut.
Uranium Iran Jadi Target Utama
Pernyataan Trump menegaskan bahwa penguasaan uranium Iran menjadi salah satu target utama kebijakan keamanan Washington. Pemerintah AS menilai stok uranium yang diperkaya dapat membuka jalan bagi Iran untuk mempercepat pengembangan senjata nuklir.
Trump menyebut Iran diyakini memiliki sekitar 900 pon uranium yang sangat diperkaya. Ia mengklaim material tersebut kini terkubur setelah serangan bombardir yang dilakukan AS dan Israel hampir setahun lalu.
Meski demikian, Trump tidak menjelaskan secara rinci lokasi uranium tersebut maupun langkah konkret yang akan dilakukan AS untuk menguasainya. Pernyataan itu langsung memicu perhatian dunia internasional karena menyangkut isu sensitif terkait keamanan kawasan Timur Tengah.
Selama ini, Iran berulang kali membantah tuduhan bahwa mereka mengembangkan senjata nuklir. Pemerintah Teheran menegaskan bahwa program nuklir mereka hanya bertujuan untuk kebutuhan energi dan penelitian sipil.
Namun, AS dan sejumlah negara Barat tetap menaruh curiga terhadap peningkatan kapasitas pengayaan uranium Iran dalam beberapa tahun terakhir.
AS Tegaskan Iran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Dalam kesempatan yang sama, Trump kembali menegaskan bahwa Washington tidak akan memberikan ruang bagi Iran untuk memiliki senjata nuklir. Ia menyatakan AS siap mengambil berbagai langkah untuk memastikan hal tersebut tidak terjadi.
“Saat ini, kita sedang bernegosiasi, dan kita akan melihat, tetapi kita akan mendapatkannya dengan cara apa pun. Mereka tidak akan memiliki senjata nuklir,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa pemerintahan Trump masih membuka jalur diplomasi, tetapi tetap menyiapkan tekanan politik dan militer terhadap Iran. Sikap keras tersebut sejalan dengan kebijakan luar negeri Trump yang sejak lama menempatkan Iran sebagai ancaman utama di kawasan Timur Tengah.
(*)
